Tentunya kita sebagai manusia ingin mewujudkan berbagai hal dalam hidup kita, mulai dari ingin punya jabatan, mobil mewah, keliling dunia, membahagiakan orangtua, hingga masuk surga, hehehe. Jika hal tersebut sudah terwujud, datang rasa puas dan bangga akan pencapaian tersebut. Inilah yang disebut kesuksesan.

Apakah kesuksesan itu melulu tentang keberhasilan?

Secara definitif, sukses memang merupakan suatu keberhasilan. Tapi percayalah, di balik kesuksesan terdapat jerih payah, kerja keras, kesedihan, hingga kegagalan. Ya, kegagalan. Banyak orang yang mengukur tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan berapa banyak dia berhasil. Padahal sesungguhnya kegagalanlah yang bisa membuat kita sukses, dengan catatan jika kita bangkit dari kegagalan itu.

Dengan adanya kegagalan, kamu bisa mengevaluasi kesalahan yang kamu buat sebelumnya, agar jangan sampai dilakukan lagi berikutnya. Jika kamu gagal lagi, evaluasi dan lakukan yang lebih baik dari sebelumnya. Ingat, sukses itu bukan sekedar makan cabai langsung pedas, sukses itu adalah perjuangan dan perjuangan tentunya membutuhkan proses yang memakan waktu tidak sebentar.

Kegagalan juga menguji seberapa kuat kamu tahan banting.

Advertisement

Banyak kasus orang yang sekalinya gagal akan menyerah begitu saja dan membuat mental block bahwa dia adalah orang yang memang ditakdirkan untuk gagal dan gak jago di bidang yang ingin ia geluti. Come on! Kesuksesan membutuhkan pengorbanan yang banyak yang harus kamu bayar untuk mendapatkannya. Jadi, segeralah untuk bangkit dan bangkit lagi sebelum kamu menyesal nanti kalau dulu kamu malah "terbaring" di atas kegagalanmu.

Intinya, sukses itu mengenai pengorbanan, dan pengorbanan itu terdiri dari: waktu, kerja keras, kedisiplinan, dan zona nyamanmu.

Ingatlah, sukses itu bukan seberapa banyak kamu berhasil, tetapi seberapa kuat kamu untuk bangkit dari yang namanya kegagalan.

Jadi, kamu yang merasa bahwa nasibmu memang untuk gagal, bangunlah dan bangkit dari zona meranamu! Setiap orang sudah diberi pintu suksesnya masing-masing, dan semuanya bergantung padamu: apakah kamu ingin berjalan mencapainya, mengetuk dan akhirnya membuka pintu tersebut, atau malah menjauhinya?