Di pembahasan aku kali ini bisa diliat aja judulnya yang diatas sana, keliatan kan? Kalo keliatan, yaudah bagus. Mungkin banyak orang yang nggak mempedulikan akan hal ini yah. “Ah, hidup-hidup aku ini, kok kamu yang repot sih! Yaa?” Yaaa ya, aku tau. Akan tetapi ijinkan aku untuk berbagi satu hal yang cukup penting ini bersama kalian yah.

Santai-santai aku nggak akan ngebahas tentang Sejarah Proklamasi atau bahkan tentang matematika di soal UN kok! Tenang, aku juga tau kalian pasti udah trauma banget kan. Aku bisa ngomong bahwa, urusan keberkahan dalam hidup kita ini emang sangat penting.

Sebelum aku loncat ke pembahasan yang lebih lanjut, aku mau tanya dulu nih sama kalian. Kalo kalian disuruh milih, antara kehidupan yang baik atau kehidupan yang bahagia. Kalian milih yang mana??

Kalau kalian milih yang “bahagia” udah nggak usah lanjut baca ke bawah, nyesel lagi nanti. Kenapa? Soalnya kalo kamu mau kehidupan yang bahagia, kamu tinggal close internet ini sekarang, pergi keluar rumah aja, kamu bebas lakukan apa yang kamu mau, hingga kamu puas. Udah! Simpel kan. Pasti nanti juga bahagia.

Beda halnya kalo kalian pengen mendapatkan kehidupan yang baik, udah nggak usah di close yah. Tetap  nggak usah di close, nggak usah ganti halaman lain Di sini aku mau ngasih tau satu hal. Kalo kalian ingin mendapatkan kehidupan yang baik, yang berkah, siap-siap aja kalian mengorbankan kesenangan kalian sejenak. Karna belum tentu semua yang kita senangi itu baik, temen-temen!

Advertisement

Banyak kok hal yang sebenernya baik tapi itu nggak enak, malesin, bahkan kita sampe trauma. Contoh nih; banyak-banyak berdo’a, tertib solat 5 waktu, Taat lampu merah dijalan raya, bantuin nenek-nenek nyebrang jalan, nebarin ilmu-ilmu kita ke orang lain dan masih banyak lagi yang lainnya. Itu semua baik kan sebenernya.

Tapi kalo aku tanya lagi, apakah semua perbuatan baik itu menyenangkan, atau malah menjadi hobi kita setiap saat? Pasti kebanyakan pada bilang “nggak”  iya kan! Aku apalagi. Akan tetapi yang perlu kita pahami bersama, temen-temen.


Ternyata, “Hasil dari perbuatan baik yang kita kerjakan, kelak yang akan mendatangkan kebaikan juga loh. Baik itu untuk orang lain, atau bahkan untuk kita sendiri.”


Ada satu nasihat yang nempel banget di otakku. Waktu itu guru ngajiku pernah bilang,


“Ketika kita melakukan 1 perbuatan baik. Entah itu kapan Bapak nggak tau. Yang jelas, pasti ada 1 kebaikan pula yang akan kita terima kelak dimasa depan. Sebagai hadiah dari Allah karna kita sudah mau berbuat baik itu sendiri. Inilah janji Allah, anak-anak. Janji Allah”


Jadi mungkin bisa kita simpulkan sedikit, bahwa kehidupan yang berkah itu berarti kehidupan yang banyak kebaikannya. Nggak peduli mau kaya atau miskin, bahagia atau tidak, yang jelas kehidupannya itu baik.

Aku kasih contoh: ada seorang pemuda, punya istri satu, punya anak. Dia kerja cuman jadi penjual bungkus gorengan, penghasilan pas-pasan, bahkan mungkin hidupnya serba kurang. Akan tetapi dia selalu mempunyai waktu untuk kumpul keluarga, istrinya sayang banget sama dia, anak-anaknya juga baik dan penurut. Ibadahnya bisa tertib. Setiap hari satu keluarga ini selalu bisa melaksanakan sholat berjama’ah di Masjid. Bahkan dia banyak membantu ngasih makan anak-anak yatim piatu, di sekitarnya. Walau pun dia hidup dalam serba kesederhanaan itu.

Menurut kalian kehidupan si pemuda ini berkah atau nggak? Kehidupan yang baik atau nggak?? Kalau menurut aku sih inilah yang disebut kehidupan yang baik alias berkah. Entahlah ya kalo dari kalian apa jawabannya, silahkan jawab sendiri.

Tapi kalo aku kasih satu contoh lagi; Ada seorang pemuda yang kaya banget nih, gila harta dia. Punya perusahaan banyak, mobil remot, jet pribadi, bemo emas, dll. Istrinya 5 cantik-cantik, model semua, anaknya artis. Tapi dalam satu keluarga ini karna mungkin, masing-masing sibuk semua. Jarang bisa kumpul-kumpul keluarga. Saking nggak pernah ketemunya, anaknya aja sampe bingung “Ayah sama ibu aku siapa sih?”. Anak istrinya nggak keurus. Yang parah istrinya pada selingkuh, anak-anaknya kena narkoba. Ngeliat kondisi keluarganya kaya gini, pemuda ini nggak mau kalah!! dia selingkuh juga sama cewek lain, di dalem penjara, karna kasus narkoba. Masalah ibadah boro-boro dia mau! Sekalinya sholat aja kakinya panas kebakar. Ngucapin dzikir “Astagfirullah” aja dia langsung muntah paku. Hehe

Menurut kalian kehidupan si pemuda ini berkah atau nggak?? Kehidupan yang baik atau nggak?? Silahkan jawab sendiri yah. Jangan nyontek! Kebiasaan luh. Aku kasih soal gini aja minta “Call a friend” segala. Tenang, kalo pun kamu jawab salah, kamu nggak akan diancam nggak naik kelas kok.

Oke balik lagi ke tablet. Semua aku balikin lagi ke kalian ya. Kalian bisa memilih kehidupan yang mana, ini hak kalian. Aku cuma bisa mendukung kalian dari balik layar laptop aku. Yang jelas, temen-temen. Seandainya kita mengorbankan kebahagiaan kita di dunia ini demi kebaikan, toh nanti kita akan mendapat kebahagiaan yang sesungguhnya di akhirat nanti kok. Tenang aja.


Kalau kalian mengambil jalan kehidupan yang berkah. Pasti deh kehidupan kalian akan baik, dan masa depan kalian akan bahagia.