Kekasih…
Bahagia bisa melihatmu lagi di sisiku, walaupun dengan hubungan yang belum kembali jelas.

Aku bahagia bisa melihatmu tertidur lelap di sini. Membelai rambutmu, membelai pipimu, membelai punggungmu, dan melihat wajah polosmu yang lelah dan mengantuk.

Kekasih…
Ingatlah satu hal! Cintaku tulus, sayangku tulus, tak ada yang dibuat-buat. Seandainya kamu benar-benar tahu akan isi hatiku yang sebenarnya. Percayalah padaku, bahwa aku benar-benar tulus sayang padamu. Jangan percaya perkataan orang lain yang tidak menyukai hubungan kita berdua. Mereka hanya iri dan tidak ingin kita bersama.

Kekasih…
Mungkin aku terlalu konyol dan kekanak-kanakan karena memintamu memberikan kejutan dan kado di saat aku ulang tahun. Namun kamu menolaknya secara tegas. Aku tahu kamu bukan orang yang romantis. Tapi apa salahnya? Aku hanya ingin merasakannya sekali saja dalam hidupku. Apakah aku benar-benar berarti di hidupmu?

Namun mungkin benar. Aku bukan siapa-siapa bagimu, apalagi spesial di hatimu. Kamu memang benar. Tak harus di hari ulang tahun, kita bisa memberikan kejutan. Namun pada kenyataannya, kamu tak pernah melakukannya.

Advertisement

Kekasih…
Apa arti aku bagimu?

Kekasih…
Apa arti kasih sayangmu selama ini jika kamu tidak bisa berkomitmen lagi denganku? Hubungan kita sebenarnya apa sekarang?

Kekasih…
Apa arti perhatianmu?

Kekasih…
Setiap wanita, sekalipun wanita itu tidak perduli akan dirinya sendiri, namun dalam hatinya ia ingin ada seseorang yang memberikan surprise di hari spesialnya.

Sedikit surat kecil untukmu…

Kekasih…
Aku ingin melihatmu di setiap pagiku. Aku ingin melihat senyummu di setiap hari-hariku. Aku ingin memberikan bahuku untuk tempatmu bersandar di saat kamu lelah menghadapi hidup ini. Aku ingin memberikan jemariku untuk mengusap keringat dan air matamu ketika kamu lelah dan menangis.

Aku ingin memberikan tanganku untuk memelukmu di saat kamu membutuhkan ketenangan dalam setiap kegelisahanmu. Aku ingin memberikan telingaku untuk menjadi pendengar yang baik bagimu.

Aku ingin memberikan mataku untuk melihat segala keindahan dunia ketika kamu sudah tak mampu melihat dengan jelas, ketika kita sama-sama sudah bertambah usia. Aku ingin memberikan kakiku untuk melakukan segala hal ketika kamu merasa lelah dan tak mampu untuk bangkit dari tempat tidurmu.

Aku ingin memberikan otakku untuk selalu mengingat segala kenangan tentang kita berdua, ketika kamu mulai lupa karena usia yang semakin bertambah. Aku ingin memberikan tenagaku untuk merawatmu ketika kamu sakit.

Aku ingin memberikan seluruh kasih sayangku kepadamu agar kamu menjadi lelaki paling bahagia di dunia. Aku ingin memberikan apa yang kamu perlukan.

Itulah kasih, itulah sayang, dan itulah cinta. Di mana kita bisa saling melengkapi kekurangan dan menjadi kekuatan bagi pasangan kita.