Kemanapun Kamu Pergi, Pergilah Bersama Hatimu

Kutipan judul ini mungkin terdengar klise.. YA! Adalah seorang filsuf besar sepanjang jaman yang mengatakannya, Confucius. Singkat saja, tanpa berbelit, tapi memiliki makna yang mendalam. Yang kalau kita interpretasikan, artinya adalah IKHLAS.

Banyak hal sehari-hari yang kita lewatkan, tanpa kita sadari seringkali kita melakukannya dengan terpaksa. Contoh kecilnya, pagi tadi, sebelum berangkat kerja atau sekolah kamu disuruh sama Ibumu ke warung, buat beli mie goreng untuk sarapan Ayah. Bisa saja kamu menolak dan kemudian langsung cabut berangkat ke kantor atau kampus. Bisa juga kamu iyakan,tapi melalui perdebatan kecil dan akhirnya kamu ke warung dengan ekspresi muka yang misuh-misuh, atau berlagak stay cool tapi dalam hati mengeluh.

"Hidup Ini Singkat.''

Nikmati saja setiap detiknya. Masih banyak lagi hal-hal lain, yang siap tak siap, suka tak suka, kamu harus menghadapinya. Belajarlah untuk selalu ikhlas di setiap waktumu, biasakanlah. Sekecil apa pun masalah yang kamu hadapi,terimalah.

Advertisement

Tuhan nggak pernah menyia-nyiakan rencanaNya, sekecil apa pun itu. Setiap detik di hidup kamu, semua sudah tertulis olehNya. Belajar menerima dari hal yang kecil, kamu akan terbiasa untuk menerima ketika dihadapkan dengan suatu permasalahan yang besar.

Katakanlah, sekarang kamu sedang bekerja di sebuah perusahaan yang kecil, dengan gaji yang, yah nggak bisa dibilang wah. Terimalah, ajaklah hatimu untuk menerimanya, nikmati dan cintailah pekerjaanmu itu, walau sebenarnya keinginan kamu bukan disana. Dan suatu saat, ketika mungkin kamu sudah banyak pengalaman, dan expert di bidangnya, sah saja kalau kamu mencari kerja di perusahaan lain, dengan gaji yang lebih baik. Atau jika kamu sudah siap untuk beralih profesi, tidak masalah dengan itu. Dengan catatan, terimalah dan nikmatilah apa yang kamu hadapi saat ini, seburuk apapun itu. IKHLAS

Manusia diciptakan dengan akal, nalar, dan pemikirannya masing-masing. Semua itu berasal dari si Otak. Semua respon yang kita lakukan adalah kerjaannya si Otak. Namun HATI, adalah KITA, ya, kita apa adanya. Hati bertanggung jawab atas segala perintah kepada Otak. Kamu sedih, karena hati kamu terluka. Kamu bahagia, karena hatimu pun begitu juga. Bisa saja kamu palsukan tangis, maupun senyum kamu. Tapi hatimu?

So, jangan bangga jika kamu memiliki Otak dengan IQ yang hebat, tapi hati kamu buta. Kenapa dibilang buta? Yah,karena sewaktu kamu putus sama pacarmu, kamu galau sepanjang waktu, sampai semua orang tau. Sewaktu kamu gagal dalam studimu, kamu mengeluh sana sini. STOP IT! Itu nggak perlu guys! Kuasailah hatimu, hatimulah sumber segala keputusan hebat dan buruk di dalam hidupmu. Suruhlah ia untuk memberi perintah kepada otakmu agar kamu bisa menjadi lebih baik ke depannya. Ajaklah hatimu untuk menerima apa yang ada di depanmu, baik atau pun buruk. Karena jika kamu sudah menguasai hatimu, maka kamu sudah menjadi manusia yang dewasa. Kamu akan mampu untuk menghadapi segala permasalahan di hidupmu dengan bijak dan dengan benar. Kuatkanlah hati mas bro, mbak sis, latihlah terus menerus dengan melakukan segala hal seikhlas mungkin. Jangan berbuat hal dengan terpaksa, sekalipun terpaksa, maka ajaklah hatimu untuk ikhlas, pasti hari-hari kamu bakal lebih bermakna dan kamu akan menjadi manusia yang lebih dewasa.

"Nikmatilah setiap detik hidupmu, latihlah hatimu untuk selalu ikhlas, sekecil apapun itu. Karena hidup terlalu singkat jika kita terlalu larut dalam ketidak nyamanan"