Kamu yang tak pernah hilang dalam jemari ingatanku walau sejengkal.

Perasaan benci sering kali terucap, betapa bodohnya diriku selalu memaafkanmu ketika kata maaf bukan soal memaafkan tapi melainkan persaan cinta ini begitu dalam.

Kau tak pernah sadar tulusnya cinta ini.

Aku tak pernah tahu cara melupakanmu, seingatku sewaktu perjumpaan terakhir kita, hanya itu yang ku ingat.

Butuh waktu bertahun-tahun untukku memberanikan diri melepas bayangmu.

Advertisement

Tapi, "nol" besar! Aku semakin mengingatmu, mengingat garis wajahmu, mengingat setiap derap langkahmu.

Batinku mulai terennyuh saat waktu tak pernah berpihak padaku. Cinta bukan soal maaf-memaafkan tapi kita bicara tentang harga diri.

Ya, selama ini aku tak pernah berpikir jernih tentangmu.

Di mataku kau bahkan terlihat indah dan sempurna elok menawan. Kamu tahu?

Semua ini karna cinta!