Beberapa waktu lalu sempat heboh adanya kabar tentang wacana penghapusan skripsi. Lebih tepatnya, skripsi yang sudah tidak wajib lagi untuk memperoleh gelar sarjana. Jujur saja, kalau saya sih tidak setuju karena skripsi itu sangat penting untuk kehidupan akademis dan pribadi saya juga. Berikut alasannya:

1. Skripsi itu menunjukan reputasi universitas.

Ya, iyalah! Yang namanya skripsi itu identik dengan penelitian. Penelitian merupakan bagian dari akademik. Kalau penelitian para mahasiswa bagus, yang akan terangkat nama universitas juga kan? Lagipula, mahasiswa zaman sekarang kan banyak yang males. Hihihi… *ngaku sendiri* Diwajibkan skripsi saja masih banyak copy paste, apalagi tidak diwajibkan? Malah tambah parah lulusan kita nanti. Hahaha… *just prediction*

2. Skripsi bisa mendekatkan dosen dengan mahasiswa.

Sudah tidak bisa dipungkiri bahwa skripsi dapat mendekatkan dua jiwa yang berbeda, yaitu antara dosen pembimbing dengan mahasiswa bimbingannya. Mungkin di semester awal-awal, semua berjalan hanya sebatas pada kegiatan belajar mengajar. Akan tetapi setelah menghadapi skripsi, keduanya akan berhubungan secara intens.

Di situlah dimulai babak baru. Sang mahasiswa biasanya mulai terbuka akan semua hal. Baik itu tentang akademik, keluarga, bahkan urusan pribadi bisa mulai terkuak oleh dosen pembimbing.

Biasanya sang dosen harus mulai terbiasa dengan keluh kesah dari sang mahasiswa akan kendala yang dihadapinya. Bahkan tidak jarang ada dosen single bisa mendapatkan jodoh dari mahasiswa bimbingannya juga, lho! Hahaha… *sudah ada buktinya* Tapi dengan catatan: sama-sama single, lho ya!

3. Skripsi mempertemukan teman menjadi jodoh.

Advertisement

Skripsi untuk ilmu-ilmu eksak biasanya dilakukan dengan penelitian di laboratorium. Tentu biasanya dilakukan bareng dengan temen-temen yang lainnya. Penelitian ini biasanya dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama. Rata-rata mungkin lebih dari tiga bulan. Bahkan bisa dilakukan siang malam tanpa mengenal waktu.

Selama penelitian yang cukup lama ini, tentu interaksi dengan teman satu laboratorium pun terjalin cukup intens. Apalagi kalau tema penelitiannya sama. Dari komunikasi intens yang bermula soal penelitian inilah, biasanya akan merembet pada hal-hal lain. Tidak dipungkiri, soal asmara akan mulai diutarakan ketika jenuh terhadap topik penelitian.

Celakanya, curhatan asmara ini dilakukan oleh teman lawan jenis. Di sinilah biasanya akan tumbuh benih-benih cinta. Apalagi sering di laboratorium bareng, nyari bahan bareng, bahkan mungkin sampai bermalam bareng di laboratorium. *awas pikirannya jangan ngeres* Maksudnya, bermalam untuk analisa, bukan yang lain. Hehehe…

Dan parahnya lagi, skripsi juga bisa menyebabkan SELINGKUH bagi mereka yang tidak tahan godaan. Ini nih yang seharusnya diwaspadai dan jangan sampai terjadi. Hati-hati yang punya pasangan lagi skripsi, lho! Sering-sering dipantau! Hahaha…

Tapi apapun itu, skripsi bisa menjadi jembatan untuk menemukan jodoh.

4. Skripsi bisa membuatmu jalan-jalan.

Tahukah kamu? Skripsi bisa memberi kesempatan untuk jalan-jalan, lho! Mungkin kamu tidak sempat memikirkan jalan-jalan di saat sedang pusing-pusingnya penelitian. Akan tetapi patut direnungkan. Ketika kamu melakukan penelitian, lalu analisa atau pun uji yang harus dilakukan tidak bisa dilaksanakan di kampusmu, maka kamu tentunya harus mencari universitas lain yang bisa melakukan itu.

Dengan demikian, kamu akan dipaksa untuk melakukan penelitian di tempat lain yang mungkin berada di luar kota, luar provinsi, bahkan luar negeri sekalipun. Hahaha…

5. Skripsi sebagai label dirimu.

Skripsi yang berkaitan dengan topik penelitian tertentu sangat erat kaitannya dengan label pada dirimu. Hal tersebut akan berguna ketika kamu melamar pekerjaan. Biasanya user akan bertanya tentang topik penelitian yang pernah dilakukan. Hal tersebut dapat dijadikan sebagai spesifikasi dirimu.

Semisal, kalau kamu melamar pada industri biskuit. Kemudian penelitianmu tentang tepung-tepungan, maka kamu akan lebih dipertimbangkan ketika sainganmu menulis skripsi bertopik minuman sari buah. Jadi, pada intinya topik skripsi dapat menjadi label untuk menjual diri sendiri ketika melamar pekerjaan.

Nah, sudah saya jelaskan betapa banyak manfaat dari skripsi. Bagi kamu yang masih berrencana atau dalam proses penelitian, jangan mengeluh! Suatu saat, akan kamu rasakan manfaatnya. Yang terpenting, sekarang adalah nikmati proses yang ada dan semangat!