Mengalami kegagalan dalam hubungan percintaan alias putus cinta tentu merupakan hal yang menyakitkan. Apalagi jika kamu yang menjadi korban gagalnya hubungan tersebut masih sangat menaruh hati kepada si dia yang bukan menjadi milikmu lagi. Setelah menghadapi getirnya putus cinta, menata hati kembali adalah PR yang harus segera kerjakan agar tidak berlarut –larut merasa galau dan menangisi kandasnya hubungan cintamu.

Dalam proses menata hati kembali atau usaha move on, pastinya kamu pernah mengalami fase dimana kamu merindukan sang mantan dan ingin tahu bagaimana kabar si dia. Ketika perasaan rindu dan juga penasaran akan si dia yang pernah mengisi harimu menyerang, stalking melalui social media pun kerap menjadi media untuk memuaskan rasa penasaran tersebut. Membaca semua status/ kabar di page profile social media-nya hingga melihat-lihat album photo-nya pun dilakukan guna memuaskan dahaga penasaran. Namun setelah melakukan stalking, apakah rasa penasaran dan rindumu terpuaskan?.

Setuju atau tidak jawaban dari pertanyaan sebelumnya adalah tidak, biasanya setelah men-stalking social media mantan, perasaan penasaran lainnya justru akan berkecamuk mulai dari ” apakah si dia juga merindukan kamu?” hingga yang cukup berlebihan yakni ” apakah masih ada kesempatan untuk kembali bersama?”. Bukannya meredakan rasa penasaran, melakukan stalking akun social media sang mantan justru dapat membuat perasaanmu menjadi lebih complicated, dimana rasa penasaran bercampur dengan galau. Alhasil, kamu pun akan menjadi susah atau gagal move on.

Sebenarnya kebiasaan melakukan stalking social media mantan kekasih bukan merupakan hal yang baik untuk kamu yang ingin segera move on. Sejumlah penelitian yang membahas mengenai hal ini” stalking” juga mengemukakan hal yang sama, salah satunya datang dari Dr. Judith Tutin yang jelas mengungkap bahwa stalking merupakan kebiasaan yang bersifat destruktif, merugikan serta sia-sia. Selain itu, Dr. Judith Tutin juga menambahkan bahwa kebiasaan stalking dapat menimbulkan adiksi/ addict.

Sebuah study di Inggris juga mengungkap hal yang sama mengenai dampak buruk dari kebiasaan stalking page profile social media mantan, dimana melakukan stalking dapat membuat kamu yang menjadi lebih menderita dikarenakan semakin berkecamuknya perasaan untuk kembali bersama sang mantan.

Advertisement

Kembali ke Dr. Judith Tutin, Dokter bergelar PhD ACC memberikan saran atau solusi yang dapat membantu kamu untuk move on serta terbebas dari kebiasaan stalking social media mantan. Salah saran tersebut adalah kamu sebaiknya tidak membiasakan diri kamu untuk stay online hanya untuk menunggu si dia alias sang mantan online. Bahkan jika perlu, maka kamu boleh mengambil action dengan memblokir pertemanan/ unfollow mantanmu. Hal tersebut akan sangat membantu dalam membantu mengendalikan rasa keingintahuanmu akan kabar si dia.

Saran lainnya, Dr. Judith Tutin juga menyarankan agar kamu juga tidak terlalu sering memposting hal-hal tentang kegalauanmu. Mulailah lembaran baru dengan ceria dan posting-lah hal-hal yang menyenangkan yang kamu alami. Dengan melakukan hal tersebut, maka perlahan kamu akan dapat melupakan kesediahanmu.

Sebagai penutup, ada satu kutipan menarik yang mungkin kiranya dapat membantu kamu lebih mudah move on yakni” bagi seorang bijak, kegagalan cinta bukanlah kehancuran, melainkan sebuah pengalaman”. So, mulailah tata hatimu dan bebaskan dirimu dari kegalauan….