Ucapan selamat pagi yang dulu pernah kau ucapkan, kini hadir kembali. Entah sudah berapa tahun kita tidak saling bertemu atau sekedar berkomunikasi melalui dunia maya. Akhirnya, kau kembali menghubungiku. Kau berusaha mengajakku untuk saling bertegur sapa, saling bertukar cerita, serta pengalaman selama beberapa tahun kita tidak berjumpa. Mungkin saat ini, sikapku sudah biasa saja terhadapmu. Tidak seperti dulu, saat kita sedang menjalin asmara berdua.

Perlahan aku memang berusaha melupakanmu. Melupakan setiap kejadian yang pernah kita lalui bersama dan tentunya aku juga berhenti mengharapkan semua angan-angan yang telah kita impikan. Kini kau memintaku untuk kembali bersamamu. Kau mulai menjanjikan harapan-harapan baru kepadaku. Tapi untuk kali ini, aku sungguh meminta maaf kepadamu. Kini sosokmu telah tergantikan oleh seorang pria yang jauh lebih baik darimu.

Pria yang bahkan mampu membawaku menjadi lebih baik, yang benar-benar menyayangiku dengan tulus, serta menerima aku apa adanya. Aku yakin suatu saat nanti, kau akan menemukan seseorang yang lebih tulus untuk menyayangimu. Biarkan aku menjadi masa lalumu, yang hanya mampu menghibur dirimu di kala jenuh.