Saat tanpa sengaja ku melihat histori social mediamu, ku lihat semua perempuan yang pernah mengisi hatimu, dalam hati lantas ku berkata "Mereka begitu cantik, mereka begitu menawan, mereka begitu pintar, elegan, kaya tapi tak meninggalkan sisi sholihahnya"

Lantas aku ini siapa, apakah aku pungguk yang merindukan bulan? Apakah aku ini siang yang mengharapkan cinta malam? Atau aku ini hanya seorang buta yang berharap melihat keindahan pelangi?

Aku tahu aku memang bukan Putri Salju yang sangat cantik sehingga membuat ibu tirinya iri lantas ingin menyingkirkannya. Tapi bukankah kecantikan fisik itu tidak akan abadi?

Aku juga bukan Dian Sastro yang berpendidikan tinggi, yang mungkin dari rahimnya akan lahir anak-anak cerdas. Dengan tingkat pendidikanku yang tak seberapa ini, aku tetap punya mimpi agar melahirkan anak-anak yang pandai dan baik.

Ilmu agamaku juga tak sebagus Oki Setiana Dewi, yang mungkin darinya akan lahir anak-anak sholeh dan sholehah. Tapi setidaknya saat ini sudah mulai ku perbaiki akhlakku agar kelak anak-anak kita menjadi anak-anak sholeh dan sholehah.

Advertisement

Karena aku tak pernah berguru masak dengan seorang Farah Quinn, ku harap kamu tak pernah kecewa dengan hasil masakanku nanti. Ku harap kamu nanti tetap setia untuk memakan apapun yang ku masak, karena percayalah akan ku sisipi cinta serta doa untuk mu dan untuk keluarga kecil kita nanti.

Ayah ku juga tak sekaya seorang Hari Tanoe, dan ibuku pun tak secantik ibu Ani Yudhoyono, kuharap kamu tahu itu tak tak pernah malu mengatakan bahwa mereka adalah mertua terbaikmu. Aku hanya seorang gadis biasa, yang terlahir dari keluarga biasa, pendidikan dan ilmu agamaku pun juga biasa, tapi ku harap hadirnya kamu kelak disisi ku menjadikan hal-hal biasa yang ku punya menjadi sangat luar biasa

Kuucapkan terima kasih kepada kamu, kepada keluargamu, kepada teman-temanmu yang telah menerimaku seorang biasa ini, menjadi bagian dari mereka. Terima kasih juga untukmu telah melengkapi hidupku menjadi luar biasa.