Aku hampir kehabisan kata – kata untuk mengungkapkan semua rasa yang ada di dadaku. Benar aku tulus menyayangimu, tapi melihatmu bersamanya kini mengharuskanku mengikhlaskanmu. Jujur saat ini mendengar namamu terlihat begitu biasa, tidak seperti awal ketika semuanya hancur, melihat segala tentangmu saja aku hampir mati.

Tapi mengapa tetap kamu, dan wajahmu yang selalu hadir dalam mimpiku? Walaupun dalam mimpi dia yang bersamamu tetap kusadari kehadirannya, sungguh aku sudah mengikhlaskan segalanya, semua mimpi dan harapan yang dulu kita rangkai telah ku terbangkan ke langit sana, ku serahkan semua itu pada Sang Pencipta.

Aku ingin sepertimu yang telah bisa menghapus segala tentangku dan memiliki seseorang yang mampu meredakan lara, aku ingin merasakan kembali indahnya kata cinta. Tapi mengapa semakin aku berusaha mencari, semakin sering muncul sosokmu dimimpiku. Apakah aku sebenarnya belum mengikhlaskan? Apakah aku susah move on? Entahlah segala rasa tentangmu begitu rumit untuk ku jelaskan. Kamu sudah melangkah pergi dan aku masih berdiri disini menatap langkah kalian, pernah aku jatuh hati dengan teman kuliahku, tapi tetap kamulah yang muncul dalam mimpiku.

Apa aku terlalu lama mencintaimu? Aku ingin kau pergi dari rotasi kepala ini, karna kau takkan pernah kembali. Satu pertanyaan yang selalu melayang di kepalaku seusai memimpikan mu, samakah kamu? Pernahkan kau memimpikan ku juga? Tapi dari semua sikapmu aku seolah sudah mendapat jawaban. Aku ingin berhenti memimpikanmu, aku ingin memulai kembali dengan orang – orang baru yang mungkin akan aku temu didepan nanti, tapi mengapa sampai saat ini masih kamu yang mampu membuatku berhenti lagi dan lagi.

Benar aku sudah mengikhlaskanmu, aku ikhlas melihatmu tertawa dengan wanita itu, tapi bisakah kau beranjak dari ruang mimpiku? Apa maksud dari hadirmu di mimpi – mimpiku? Aku tidak ingin terjatuh di kesalahan yang sama, iya kesalahanku yang pernah begitu berharap tentangmu, kamu yang hanya dan akan selalu menjadi mimpiku. kamu adalah mimpi terindahku, tapi juga berubah menjadi mimpi buruk seketika, ketika aku terpaksa harus melihat kau menggenggam tangannya erat. Padahal sesungguhnya kau sudah ku taruh diujung perjalanan dan mimpi – mimpiku.

Advertisement

Benar saat kita merangkai mimpi akan bersama aku memutuskan kamulah yang akan kupilih diujung hari nanti, menghabiskan sisa persediaan nafasku, menjagamu dan bahagia bersama. Tapi badai memang tidak bisa kita prediksi seperti dirimu yang menjauh tiba – tiba, lalu hadir kembali bersama perempuanmu. Tahukah kamu aku sangat terluka? walaupun kau hanya hadir dimimpiku, itu sangat melukaiku, karna apa setelah itu aku selalu membayangkan kembali wajahmu dan semua momen yang telah kita lalui berdua.

Kau pikir mudah melupakanmu? Mungkin seperti lagu Christina Perri, aku hampir mati setiap hari berusaha melupakanmu yang selalu ada dimimpiku. Pergilah kau! aku butuh bernafas sejenak dan jauh darimu, agar aku bisa melanjutkan semua mimpi dan harapan yang masih aku sisakan. Dan biarlah ada sesosok lain yang mungkin akan mengisi ujung perjalananku. Mungkin bukan lagi kamu pria tampan bermata coklatku.