Beasiswa LPDP mungkin menjadi cita-cita bagi mereka yang telah lulus S1 apalagi bisa bersekolah di luar negeri dan berfoto ria yang ditambahkan akun sosmed, jujur itu bisa membuat hati banyak orang iri dan setelah lulus dapatkan pekerjaan yang enak, hemm jangan berfikiraan simple seperti itu harusnya mereka harus memberikan lebih dari apa yang didapatkan.

Kenapa bagi penerima beasiswa LPDP harus memberikan kontribusinya yang lebih bagi masyarakat? Tentu saja karena biaya yang diserahkan bagi penerima LPDP itu tentu dari biaya APBN yang memang dianggarkan bagi pendidikan Indonesia, seperti kata Pak Prabowo Subiyanto dalam kampanyenya calon presiden kemarin APBN tidak turun dari langit pasti ada pemasukan dari sumber daya alam Indonesia dan pemasukan pemasukan pajak, itu hanya sebagian kecil dari pemasukan APBN.

Bayangkan saja jika sebagian uang yang digunakan untuk membiaya penerima LPDP ada dari petani petani Indonesia di pelosok sana yang telah taat pajak kepada negara dan mungkin pendidikan anaknya hanya tamatan SMA atau yang lebih parah tidak bersekolah maka wajar klo penulis mewakili rakyat biasa menuntut lebih besar pengabdiaan kalian sebagai penerima LPDP, apalagi awardee LPDP dalam surat perjanjiannya harus kembali keindonesia. Jika kalian telah lulus dari program pascasarjana kalian hanya agar bisa memudahkan mencari pekerjaan yang lebih baik, lantas apa bedanya kalian dengan lulusan SMA dan S1 yang banyak bertebaran di Ibu kota?

Tapi ada yang bilang beasiswa LPDP hasil uang negara yang didepositokan. Balik lagi itu mirip dengan pernyataan Pak Prabowo Subiyanto “uang deposito LPDP gak turun dari langit” bisa jadi uang yang telah didepositokan awalnya adalah uang APBN, APBN dari….?

“Ah.. aku kan beasiswa full dari Tiongkok samapi lulus”

Advertisement

“Hemm kan aku beasiswa dari pemerintah Arab”

Mungkin dari kalian ada yang berfikiran seperti itu jadi tidak bisa dibebankan hal balas budi yang dipertanyaan masyrakat awam. Trus klo beasiswa dari luar negri gak mau berkontribusi gitu? Tunggu dulu, kalo dipikir seperti itu pemerintah Tiongkok gak akan merasa rugi cuma membiayai para mahasiswa yang studi lanjut, dibandingkan dengan mengeruk keuntungan besar dipasar Indonesia, yang menjejali dengan barang murah mereka. Pemerintah Arab memang baik orang non muslim di Saudi saja dapat tunjangan apalagi yang muslim, tapi bisa saja beasiswa yang dipakai adalah pemasukan dari Jemaah haji Indonesia yang rata-rata paling banyak, jadi wajar dong kalian yang dapet beasiswa dari luar negri harus berkontribusi juga.

Pertama buat kalian yang mau studi lanjut, luruskan niat terlebih dahulu niatnya untuk membangun negara mengabadi kepada masyrakat, bukanya untuk gaya-gayaan, nambah koleksi foto instagram kalian. Kalo memang akhirnya tidak bisa terjun langsung kemasyarakat dan tidak bisa berkontribusi dalam masyarakat dan harus bekerjaa di instansi pemerintah Indonesia atau dimana saja bekerjalah dengan jujur itulah kontribusi nyata kalian.

Memang tidaklah salah dan berdosa jika lulusan yang diatas S1 mencari pekerjaan yang baik dan berpenghasilan tinggi. Yang salah adalah niat awal dalam menempuh pendidikan pasca sarjana adalah untuk meningkatkan gaya hidup mereka tanpa terbesit pengabdian kepada negara dalam sanubari mereka. Penulis juga tidak melarang buat mereka untuk mendapatkan beasiswa dan menggapai cita-cita mereka.

Sekali lagi lihatlah teman teman diterpencil sana yang kurang atau malah tidak mendapatkan indahnya dunia pendidikan