Ketika kita dihadapkan dengan dua orang wanita yang cantik dan baik hati. Pasti kita akan kesulitan untuk memilih mana wanita yang tepat buat hidup kita. Kita akan mulai menyeleksi kelebihan dan kekurangan mereka berdua. Kita juga mulai menghitung peluang untuk bisa lebih dekat dengan siapa diantara dua wanita tersebut.

Ketika kita sudah tahu peluang untuk pendekatannya lebih condong ke siapa. Maka kita akan berusaha secara maksimal untuk bisa mendapatkan hatinya. Kemungkinan terburuknya adalah ketika kita tidak mendapatkan hati salah satu wanita yang kita sayangi tersebut. Dan untuk kesekian kalinya kita harus bersabar sejenak untuk hidup sendiri sementara waktu. Sambil menunggu wanita lain yang akan dihadirkan kembali oleh Tuhan kepada kita.

Dua wanita yang telah mengisi kehidupanku ini berbeda usia. Wanita yang satu baru lulus SMA, dan satunya lagi sudah lulus kuliah. Aku dipertemukan mereka berdua ditempat kerja. Karakter mereka berdua juga berbeda. Wanita yang satu begitu ceriwis dan suka bercanda. Dan wanita yang satunya lagi terkesan agak pendiam.

Entahlah kenapa aku bisa jatuh cinta kepada dua orang wanita sekaligus di tempat kerja. Tapi aku tidak mau mempunyai dua hubungan sekaligus. Aku hanya ingin memiliki satu teman dekat wanita yang akan menjadi pendamping hidupku nanti. Itu saja permintaanku pada Tuhan tidak lebih.

Aku sering membayangkan indahnya melakukan aktivitas bersama-sama dengannnya. Bisa mengajak sang pujaan hati tersebut untuk menemaniku pergi kemana-mana. Mulai dari jalan-jalan ke tempat wisata, makan bareng, hingga pergi ke toko buku bersama. Sesuai dengan kegemaranku yaitu membaca buku.

Advertisement

Di hari ulang tahunku, Ibu menanyakan wanita pilihanku!

Usiaku semakin hari semakin bertambah. Baru saja aku merayakan ulang tahun yang ke dua puluh enam di awal bulan September lalu. Aku mengalami kesulitan untuk menjawab pertanyaan dari ibuku tentang wanita pilihanku.

“Apakah kamu sudah memiliki pacar?”

“Ibu belum pernah kamu kenalkan dengan pacar kamu, lho!", tanya Ibu.

“Aku belum punya pacar”, jawabku pelan.

“Kamu itu kalah dengan ayahmu. Dulu ayahmu bisa menaklukkan hati Ibu. Ayahmu itu memiliki banyak pacar dan jago dalam menaklukkan hati wanita sebelum ketemu ibu”.

“Kamu sih nggak berani untuk mendekati seorang perempuan”, kata Ibu kepadaku.

Kemudian ibu memberikan saran kepadaku bagaimana cara untuk mendekati dan meluluhkan hati seorang perempuan yang kita sukai. Dengan kesendirianku selama ini yang belum memiliki kekasih. Hingga banyak candaan yang mampir kepadaku.

“Kapan nih rencana menikah?”

“Sudah punya pasangan belum?”

“Mau dicarikan pasangan untuk pendamping hidup?”

Itulah beberapa pertanyaan yang sering aku dengar di usiaku yang sudah seperempat abad lebih ini. Aku hanya bisa menjawab dengan senyuman manis.

Teman-teman kerja ada juga yang ragu dengan kejantananku. Apakah aku ini mempunyai perasaan mencintai terhadap seorang wanita. Soalnya mereka belum pernah melihat aku punya kekasih. Aku adalah lelaki normal yang tentunya mempunyai rasa cinta kepada seorang wanita.

Tetapi aku pernah patah hati. Karena menyembunyikan perasaan cinta kepada seorang wanita. Dan tidak berani untuk mengungkapkannya. Hingga dia kemudian naik kepelaminan dengan laki-laki lain. Apakah hal itu yang membuatku tidak bisa melupakannya. Dan takut untuk berdekatan dengan seorang perempuan yang baru. “Apakah aku takut untuk patah hati untuk yang kedua kalinya?”, tanyaku dalam hati. wallahu’alam

Cinta yang datangnya dari chatting lalu turun ke hati

Akhirnya aku bisa melupakannya. Aku mulai ada rasa dengan wanita lain. Ketika berdekatan dengan wanita baru tersebut aku merasakan gugup. Jantungku berdetak tidak karuan. Entahlah apakah ini yang dinamakan perasaan cinta. Nama dan wajahnya selalu membayangiku di setiap aktivitasku. Semoga cintaku kepadanya tidak melebihi cintaku kepada Tuhan dan keluargaku.

Wanita itu cantik, cerdas, namun tingginya tidak seberapa. Dia memiliki hidung yang mancung. Dan senyumannya terlihat begitu manis ketika dipandang. Menurutku dia memiliki perhatian yang khusus kepadaku. Tetapi ketika kita bertemu. Dia sering bercanda dengan cara memasangkanku dengan teman wanita lain yang sekantor. Sungguh aku tidak tahu maksud perlakuannya tersebut kepadaku.

Perkenalan kami diawali dari sebuah chatting BBM. Dia yang meng-invite BBM-ku terlebih dahulu untuk menanyakan tugas kerja di kantor. Setelah itu saya sering membaca updates status BBM-nya. Dia adalah cewek penggemar pertandingan sepak bola. Sesuai dengan hobiku juga yang menyukai sepak bola. Akhirnya aku memberanikan diri untuk mengomentari update status-status BBM-nya.

Berawal dari situ, aku memulai chatting dengannya mengenai kegemarannya tentang pertandingan sepak bola. Setelah itu berlanjut chatting untuk menanyakan keluarganya dan hal-hal yang berkenaan dengan dirinya. Dia ternyata juga gemar membaca buku. Akhirnya aku meminjamkan buku kepadanya. Dan bertemulah aku dengan dia di kantor untuk memberikan buku tersebut. Meskipun hanya sebatas pertemuan di kantor kerja secara singat. Namun aku begitu menyukai pertemuan singkat itu.

Selain itu aku mulai memberanikan diri untuk menanyakan hubungan yang pernah dia jalani dengan pasangan-pasangan terdahulu. Kita jadi semakin dekat di dunia maya namun jauh di dunia nyata. Kita satu tempat kerja tapi berbeda kantor. Jadi kita jarang bertemu. Kalau pun bertemu itu ketika ada rapat all staff di akhir pekan, atau ketika ada acara penting yang mengharuskan dia untuk berkunjung ke kantorku.

Aku selalu mengawali chatting dengannya. Mulai dari menanyakan kabarnya. Hingga chatting tentang masalah pekerjaan yang menumpuk. Dia juga selalu menanggapinya dengan baik. Menurutku dia juga memperhatikanku. Ketika aku selesai bekerja. Dia biasanya bertanya kepadaku lewat BBM apakah aku sudah makan. Dia juga pernah menasihatiku mengenai masalahku yang belum juga mendapatan kekasih selama ini.

“Kenapa ya aku selama ini ko masih sendiri?”, tanyaku kepadanya. Ya menurutnya karena aku itu orangnya terlalu pendiam. Dan terkendala pada saat berkomunikasi dengan perempuan karena karakterku yang agak pemalu. Karakter wanita itu selalu menunggu dan berharap lelakilah yang memulai duluan dalam suatu hubungan. Tentunya wanita itu akan gengsi jika harus memulai duluan dalam menjalin suatu hubungan. Itulah kenapa aku sekarang masing sendiri dan belum memiliki kekasih. Menurut pendapatnya.

Ajakan makan malamku ditolak dengan halus

Pernah suatu waktu, aku ingin mengajaknya untuk dinner melalui chatting BBM. Dengan chatting yang sudah sering sekali antara aku dengan dia. Sehingga menurutku dia mau aku ajak untuk menemaniku dinner. Namun di luar dugaan, ajakanku tersebut ditolak dengan halus. Alasannya dia tidak mau keluar dengan lelaki yang bukan muhrimnya.  

Saat itu perasaanku begitu sedih dan kecewa ketika ajakanku tidak dituruti. Untuk saat ini katanya dia tidak ingin berpacaran. Dia masih belum bisa move on dengan cowoknya yang terdulu. Dia bercerita kepadaku seperti itu.

Suatu saat aku pernah berpikir kalau perasaan cintaku kepadanya hanya bertepuk sebelah tangan. Dan selama dua minggu ini aku mulai jarang chatting dengannya. Chatting kita sebatas menanyakan pekerjaan kantor dan hal-hal yang dianggap penting saja. Takutnya kalau hubungan kita terlalu dekat nanti akan berpengaruh terhadap kinerja kita di kantor. Yakni ketika ada masalah dengan hubungan kita malah kualitas pekerjaan kita jadi menurun.

Tapi aku percaya inilah yang terbaik terhadap hubungan kita saat ini. Kita memang harus menjaga jarak agar tidak ada hati yang terluka nantinya. Benar nyanyian lagu pop Indonesia yang pernah saya dengar, “semakin kau kejar, semakin jauh meninggalkanmu”. 

Setelah kejadian itu aku selalu berusaha untuk mencoba berfikir positif. Mungkin untuk saat ini kita lebih baik berteman biasa saja. Anggap saja tidak pernah ada hubungan yang spesial diantara kita berdua.