Ketika bangun dari tidurmu di pagi hari, apakah kamu pernah menyapa dirimu sendiri? Menanyakan apa kabar hatimu pagi ini untuk memastikan apakah kamu sudah bahagia atau masih ada yang terganjal di sana. Apakah telepon darinya semalam menurut kamu membahagiakanmu? Atau kamu mengangkat teleponnya dan berbicara dengannya hanya untuk membahagiakannya saja?. Karena tujuan dari sebuah hubungan adalah kebahagiaan bersama, bukan kebahagiaan satu pihak saja.Bila kamu berpikir kamu adalah orang baik yang suka membahagiakan orang lain maka hiduplah di negeri dongeng.

Sebuah hubungan bukan melulu soal kebahagiaan pasangan kamu, karena kamu juga pantas untuk merasakan kebahagiaan. Pernahkah kamu meng-iyakan semua perkataannya hanya untuk membahagiakannya? Pernahkah kamu melakukan segala kemauannya hanya agar kalian nggak ribut dalam pertengkaran? apa itu yang disebut hubungan?.

Manusia memang nggak ada yang sempurna,ada banyak nasihat bahwa kita harus menerima segala kekurangan pasangan kita, tapi bagaimana bila segala kekurangannya hanya membuat kamu menjadi pembohong? Ya…kamu membohongi perasaan dia dan juga membohongi perasaan kamu sendiri, karena jauh di dalam hati ada rasa ingin pergi dan tidak ingin mentolerir segala kekurangannya.

Lalu bagaimana bila pada akhirnya kamu nggak juga bisa pergi? Kamu terjebak dalam hubungan yang hanya membuat kamu menjadi pembohong terparah.

Terjebak dalam sebuah hubungan yang nggak membahagiakanmu bukanlah hal mudah. Kamu mau berhenti tetapi kamu takut menyakiti dia, tetapi kalau diteruskan maka kamu yang akan tersiksa. Kalau sudah begitu beberapa hal yang harus kamu coba untuk mengatasi rasa terjebaknya kamu antara lain:

Advertisement

>> Speak Up

Bicarakan apa yang kamu rasakan padanya, katakan bahwa kamu merasakan ketidaknyamanan kamu dengan semua sikap dan sifat buruk dia. Mintalah dia untuk berubah, berubah di sini maksudnya bukan berubah seperti kemauan kamu, tapi minta dia untuk berubah menjadi lebih baik, kalau dia bisa berubah lebih baik se-enggaknya kamu jadi jauh lebih nyaman untuk melanjutkan hubungan kalian.

>> Try to be honest

Jujur walau menyakitkan itu lebih baik dari pada berbohong, maka cobalah untuk jujur ke dia, jujur tentang perasaan kamu ke dia. Kalau di hati kamu sudah penuh dengan rasa jenuh katakan saja jenuh. Kalau reaksi dia ternyata ingin mengakhiri hubungan kalian maka itu lebih bagus lagi, kamu nggak perlu merasa bersalah atas berakhirnya hubungan kalian. Hanya saja bila dia memiliki sifat dewasa, dia pasti akan berusaha mengobati rasa jenuh kamu demi memperbaiki hubungan kalian.

>> Tanya Hatimu

Ketika kamu nggak mampu untuk berbicara padanya, maka cobalah untuk berbicara pada hati kecilmu. Hati nggak pernah berbohong, hati selalu bicara jujur. Tanyakan pada hatimu apakah kamu masih sayang dan cinta pada dia? Apakah kamu masih sanggup menahan semua rasa sakit hatimu karena harus selalu mentolerir semua sifat dan sikap buruk dia? Kalau kamu masih sanggup maka lanjutkanlah hubungan kalian.

>> Waktunya Untuk Pergi

Kalau kamu merasa sudah nggak sanggup lagi dengan sikap dan sifat buruk dia yang nggak mau berubah, itu artinya telah tiba waktunya untuk pergi. Cobalah menarik napas dalam-dalam dan rasakan udara segar di sekeliling kamu, rasakan kebebasan untuk sebuah kebahagiaan,

tinggalkan dia bersama semua beban hati kamu. Katakan padanya bahwa kamu nggak bisa melanjutkan hubungan kalian.

>> Jangan Merasa Bersalah

Meninggalkan dia yang masih mencintaimu memang nggak mudah, pasti ada rasa bersalah yang mendalam di hatimu, mungkin juga ketika kamu memutuskan hubungan kalian akan membuat dia mengemis memintamu untuk tetap bersamanya, walau dia menangis memohon kepadamu janganlah terpengaruh. Kembali bersamanya karena rasa bersalah hanya akan membuatmu merasakan sakit kembali. Katakan padanya bahwa perpisahan kalian adalah demi kebaikan kalian berdua.

>> Jangan Tengok Ke Belakang

Bila kamu sudah pergi dan menjauh, cobalah untuk nggak mencari tau tentang dia lagi. Jangan pernah perduli bagaimana sulitnya dia hidup tanpa kamu, teruslah menatap ke depan.

Pada akhirnya, kamu memang harus keluar dari hubungan yang nggak sehat yang hanya akan membuat kamu terjebak di dalamnya. Sudah saatnya kamu menghargai perasaan kamu sendiri dengan nggak membiarkan orang lain menyakiti perasaanmu. Dalam sebuah hubungan, cinta sudah seharusnya menjadi obat bukan menjadi racun, cinta juga nggak boleh hanya membahagiakan satu pihak, cinta adalah soal kebahagiaan bersama. Cinta nggak melulu soal memberi tetapi berbagi.

Bila berbagi cinta bersamanya tidak membuatmu bahagia, maka cukuplah cinta itu untuk dirimu sendiri.