Aku akan menceritakan kisah dari Zaman Nabi Muhammad S.A.W, tentang wanita yang telah menikah tapi berzina dengan seorang pria. Wanita itu menghampiri Rasulullah S.A.W. Dia menghampiri Rasulullah S.A.W dan berkata,

Ya Rasulullah, aku telah berzina padahal aku sudah menikah. Dan aku hamil dari perzinaan ini ya Rasullah. Sucikan aku dengan hukuman mati sebagaimana perintah Allah SWT dalam Al-Quran.

Subhanallah! Dengarlah perkataan wanita ini. Wanita ini tahu bahwa hukuman bagi seseorang, baik pria atau wanita, yang berzina sementara mereka menikah, tidak lain adalah ditimpuki batu sampai mati, sampai meninggal. Dia mengetahui ini, jadi dia menghampiri Rasulullah S.A.W, padahal dia bisa menyembunyikannya, dan minta ampuna kepada Allah SWT, tapi karena rasa berdosa yang teramat sangat dalam dirinya, dan dia sangat takut akan dosanya, dia menghampiri Rasullah S.A.W dan berkata,

Ya Rasulullah, sucikan aku dari dosa yang telah kulakukan. Aku telah melanggar Allah. Bagaimana nantinya aku akan bertemu Allah ?

Jadi Rasulullah S.A.W memalingkan wajahnya dari wanita itu. Tapi wanita itu kembali lagi. Lalu beliau berpaling lagi dari wanita itu, sampai keempat kalinya. Kenapa begitu ? Mungkin wanita itu sedang mabuk, atau mungkin dia gila, mungkin Rasulullah mencoba memberinya kesempatan untuk minta ampunan pada Allah, sehingga dia diampuni dengan cara lain. Ini bukan satu-satunya cara, tapi wanita itu memaksa terus. Dan ketika dia memaksa, Rasulullah S.A.W berkata padanya,

Advertisement

Kembalilah sampai anakmu lahir.

Apakah dosa dari bayinya ? Ketika wanita-wanita di zaman sekarang melakukan aborsi, dan membunuh bayi yang tak bersalah. Kau tak berhak melakukannya! Kau tidak punya hal melakukan ini pada istrimu wahai para suami, bayi itu punya hak untuk hidup dari Allah. Jadi Rasulullah S.A.W berkata padanya, "Kembalilah setelah anakmu lahir." Jadi wanita itu pergi. Dan setelah 9 bulan, dia kembali pada Rasulullah S.A.W. Rasulullah mengira wanita itu akan melupakannya, tapi dia kembali pada beliau S.A.W dengan lebih memaksa daripada sebelumnya. Dia mengingatkan beliau,

Ya Rasulullah, aku wanita yang datang padamu, dan hamil karena berzina, dan memintamu memberi hukuman mati dari Allah, tapi kau menyuruhku pulan sampai bayinya lahir. Dan sekarang aku sudah melahirkan bayiku. Sucikan aku dari dosa ini!

Lalu Rasulullah S.A.W berkata padanya,

Kembalilah sampai bayimu tidak perlu lagi air susumu, sampai dia tidak perlu lagi, siapa yang akan menjaganya setelah kau tiada ?

Jadi wanita itu kembali, dan inilah kasih sayang Islam terhadap anak-anak. Wanita itu kembali setelah dua tahun penuh menyusui anaknya. Dia kembali pada Rasulullah S.A.W dan berkata,

Ya Rasulullah, aku wanita yang menghampirimu, yang hamil karena berzina.

Dan wanita itu datang bersama anaknya yang sedang menggenggam roti untuk membuktikan pada Rasulullah S.A.W bahwa anak itu tidak lagi membutuhkan air susunya. Kenapa ? Agar Rasulullah S.A.W tidak lagi menyuruhnya kembali pulang. Dan setelah beliau menyuruh sekumpulan sahabat untuk mengurus anak itu, mereka membawa wanita itu. Mereka mengikatkan pakaian mereka pada wanita itu, kemudian wanita itu dirajam, sampai seseorang menimpuknya sangat keras dengan batu, sehingga membuat darahnya mengalir kepada pakaiannya, dan terpecik ke pakaiannya. Yang menimpuknya sangat senang, seakan-akan dia telah melakukan sesuatu yang baik. Rasulullah S.A.W melihat hal ini, dan beliau ingin mengingatkan orang ini dan yang lainnya. Jadi beliau berdiri dengan marah, dan berseru di hadapan mereka,

Wallahi, taubat wanita ini sangat tulus, sebuah taubat yang sangat bernilai. Jika kau membandingkan taubat seluruh Madinah, maka taubat wanita ini akan mengalahkan mereka semua! Jika mereka semua minum alkohol, lalu berzina, maka taubat wanita ini lebih berat daripada mereka!

Lalu Rasulullah S.A.W melakukan shalat jenazah, dan minta Allah mengampuninya. Dan beliau bersabda,

Dosa wanita itu hilang seperti hari dia terlahir.