Jika kita masih lajang, tinggalkan ketergantungan terhadap pornografi dan free seks karena tutur kata lebih indah ketimbang hubungan seks, mengapa? Berikut alasannya:

Ide ini pertama kali saya dengar dari seorang tetangga yang baru married. Ia mengatakan “Komunikasi sehari-hari yang ia lakukan dengan pasangan lebih membahagiakan dari pada hubungan diatas ranjang“. Saya menanggapinya dingin namun akhir-akhir ini saya mulai mengerti banyak tentang fenomena ini.

Seks itu diawal-awal buat ketagihan, tidak kenal sikon (situasi dan kondisi) : gak dilakukan hati gelisah. Sedangkan komunikasi itu bebas ikatan, ada waktu untuk diam dan menyendiri, ada waktu untuk cuap-cuap dan bersosialisasi, semuanya tergantung situasi dan kondisi.

Seks itu enaknya cuma beberapa menit sedangkan komunikasi nyamannya bisa berlama-lama bahkan sampai berjam-jam, tergantung waktu yang kita sediakan untuk melakukannya.

Seks itu begitu-gitu aja, kalau gak dari depan dari belakang, kalau gak dari kiri dari kanan. Sedangkan komunikasi itu sangat variatif : Saat diranjang (yang pasutri), saat dijalan, saat berkendara, saat ditempat kerja, saat belanja dan lain-lain.

Advertisement

Seks itu terikat, otomatis tanpa ikatan bakal membuat kita gemetaran dan ketakutan melakukannya. Sedang komunikasi itu dapat kita lakukan dengan siapapun asal kita menemukan orang yang tepat.

Seks itu melelahkan sedangkan komunikasi itu ringan dan luwes. Temukan moment bersama dan berkomunikasilah dengan orang-orang disana sehingga kedekatanpun semakin erat terjalin.

Seks menuntut kita untuk aktif jika hendak menginginkannya. Sedangkan komunikasi bisa dinikmati satu arah misalnya: menjadi pendengar yang baik, radio, televisi, menulis, membaca dan sebagainya.

Seks itu yang dinikmati cuma bagian luarnya saja, entah dia boong, entah dia sandiwara, “siapa yang tahu?”. Sedangkan komunikasi itu luas dan dalam. Kita bisa menilai tingkat kejujuran seseorang bahkan membaca kepribadiannya lewat kata-kata yang diumbarnya.

Seks itu kesenangan minimalis yang unik dan spesial bagi pasutri akan tetapi dengan komunikasi kita bisa belajar banyak dan mengetahui lebih dari apa yang dapat kita rasakan dan dapat kita pikirkan sebelumnya.

Ditangan seorang yang terbiasa, komunikasi adalah kunci pintu ke hati setiap orang. Dengan berkomunikasi kita bisa mengenal kepribadian seseorang. Komunikasi memang bukan solusi dalam setiap persoalan yang kita hadapi akan tetapi komunikasi membuat hati lebih lega saat menghadapi masalah.

Komunikasi Indah