Sejauh jauh kaki ini melangkah, rasanya tetap saja ingin pulang ke tempat dimana aku di lahirkan "pemalang". Dan saat lelah dan penat ini menghinggap d tubuh dan otakku, selalu terbersit rasa ingin diam sejenak di jogja. Duduk di taman lampion, duduk di tepi kali code dg roti bakar dan coffee latte, duduk diantara banyak orang yg saling bercengkrama dan pengamen yg menyuguhkan suara sumbang hingga merdu di angkringan malioboro.

Tak ada orang yang aku rindukan disana, suasanalah yang membuatku terus ingin kembali datang karena kota itu seakan tau dan mampu melepaskan penatku tanpa aku berkeluh kesah mendendang pilu dan meratapi jiwa ini yg seperti sakit. Bukan lagi dan sudah tidak lagi waktunya aku bisa berlari kesana sini tanpa peduli pada hati ini yang kerap merindu padanya. Aku merindukan kota itu, berkunjunglah bersamaku karena aku sudah tak mampu melepas rindu sendiri seperti dahulu karena aku lebih mencinta padamu hingga terlampau sayaang jika aku tak bersamamu maka tidak akan kulangkahkan kaki ini walau sehebat apa aku merindu pada kota itu ‌Jogja dan kamu.