Layaknya seorang wanita pada umumnya, yang selalu ingin dimanja dan diperhatikan oleh seseorang terdekatnya, yang ingin memiliki seorang motivator dalam hidupnya, begitupun dengan aku.

Aku juga ingin seperti mereka yang selalu mendapat perhatian dari orang-orang terdekatnya, yah itulah isi hatiku.

Sering orang-orang mengatakan padaku, “kamu beruntung memiliki seseorang yang romantis dan sangat memperhatikanmu,“

Tapi itu menurut kalian, sedang kalian tak pernah tau sakit batin yang selama ini aku rasakan.

hubungan kami tak memiliki kejelasan status, hanya saja dia yang selalu mengeklaim bahwa aku adalah Kekasihnya.

Advertisement

Hingga pada akhirnya, semua orang menganggap kami berdua memiliki status pacaran. Awalnya ketika aku mendengar hal itu rasanya agak risih, tapi lama-lama aku anggap biasa dengan gosip itu. Karna yang menjalani hubungan ini adalah aku dan dia.

Seiring berjalannya waktu, kamu sering melakukan kesalahan yang selalu membuat hati ini sakit dan teramat sakit. Kau minta maaf dan berjanji tak kan mengulangi tapi kenyataannya malah terus kau ulangi dan terus kau ulangi.

Hingga akhirnya, aku lelah dengan semua ini. Dan setelah aku berfikir panjang, aku mulai memberanikan diri untuk mengatakan kepadanya tentang isi hatiku yang bergejolak saat itu.

“Lepaskanlah aku, dan anggaplah aku sebagai adik kamu sendiri, karena sekarang, kamu telah anggap sebagai kakakku sendiri” ucapku padanya.

Hatiku berdebar dan takut rasanya, tak sabar ingin tau apa jawaban darinya.

“Maaf kan aku, kalau ini yang kamu minta, aku tidak mau melakukannya” ucapnya terhadap ku.

Setelah itu aku terdiam, dan meninggalkannya. Entahlah keadaan ini membingungkanku. Semoga Allah memberi jawaban atas semua ini.