Hidup adalah perjuangan. Siapa yang kuat dia yang akan menjadi pemenang. Dan bukan bagaimana cara menghadapi rintangan, tapi bagaimana menciptakan sikap pribadi yang tangguh untuk bertahan. Seperti bunga yang indah, ia bisa tumbuh karena mampu bertahan menghadapi teriknya matahari dan dinginnya air hujan.

Dan begitulah kesuksesan. Bila anda memiliki sikap pribadi yang tangguh di tengah upaya anda untuk mengupayakan datangnya kesuksesan, maka anda akan menjadi pemenang dan kesuksesan pun datang. Sederhana bukan? Namun yang jadi masalah adalah mampukah kita menciptakan sikap pribadi yang tangguh itu?

1. Lihatlah diri sendiri

Ketika manusia terlahir di dunia, ia telah mengalahkan berjuta-juta sel telur di rahim sang Ibu. Begitulah hakekat setiap manusia, terlahir sebagai pemenang. Namun, ketika manusia itu dewasa, ia mulai menciptakan pikirannya sendiri, positif dan negatif. Dan terdapat kecenderungan pada diri setiap manusia untuk mengarahkannya ke pikiran yang negatif. Ia pesimis sebelum mencoba, mudah menyerah setelah gagal, dan ada pula yang putus asa. Berbagai pikiran yang negatif itulah yang membuat manusia lupa untuk mengenal bahasa alam di sekitarnya.

2. Dengarkan seruan alam

Advertisement

Burung-burung yang terbang di angkasa memperkenalkan bahasa optimis. Ia tidak mengeluh ketika di pagi hari tidak ada makanan di sarangnya. Lalu ia akan segera terbang mencari makanan. Hingga ketika sore datang, ia telah kenyang.

Pohon pisang yang tumbuh di sekitar alam pun memperkenalkan bahasa jangan menyerah. Bukankah sebatang pisang itu akan rubuh hanya dengan sekali tebas? Namun, ia tidak mudah putus asa meski memiliki kelemahan. Ia akan tetap bertahan untuk hidup, hingga pohon, buah dan bahkan daunnya bermanfaat bagi makhluk hidup di sekitarnya.

Lihatlah bagaimana alam berbicara dengan bahasanya. Mereka telah berbicara dengan anda bahwa, “kegagalan bukanlah dia yang tidak mendapatkan apa-apa setelah berusaha. Tetapi dia yang tidak melakukan apa-apa di tengah besarnya kemampuan yang dimiliki”.

3. Nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan?

Tuhan telah menciptakan sebuah pikiran dalam diri anda. Di mana pikiran adalah sumber dari segala sumber kekuatan. Dalam bukunya The Positive Principle Today, Dr. Norman Vincent Peale berkata, seseorang yang memiliki pikiran negatif tentu saja melibatkan dirinya dalam proses negatif pula. Sebab dia terus menerus menyalurkan pikiran negatif terhadap lingkungannya.

Sebaliknya, seseorang yang memiliki cara berpikir positif akan menghasilkan buah yang positif pula. Sekaligus menghimpun harapan, rasa optimis, dan daya cipta. Dengan demikian dia akan menggerakkan dunia sekitarnya secara positif pula. Sebagai akibatnya, sangat besar kemungkinan bahwa dia akan mendapatkan hasil yang positif bagi dirinya.

Menurut laporan penelitian yang pernah dilakukan penulis buku termasyhur, Kermit W Lueck dalam rangka riset sebuah universitas, maka terdapat empat factor yang menentukan kesuksesan yaitu, IQ atau sikap kecerdasan, ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap pribadi.

Akan tetapi menurut Lueck, sikap pribadi merupakan 93% dari faktor yang menentukan kesuksesan seseorang. Sikap pribadi yang tetap mau berusaha, tidak mengeluh, tetap bertahan, terus berjuang dan sabar menuju sasaran.

4. Berpikir Positif!

Sungguh menarik apabila kita melihat penelitian yang dilakukan oleh Kermit W Lueck. Sikap pribadi yang mampu mengusir pikiran negatif dan perlahan mengarahkannya menuju pikiran yang positif ternyata bisa mengarahkan seseorang untuk menjadi seorang pemenang.

Maka saran saya untuk anda, teruslah berupaya melakukan sesuatu hal yang mungkin dapat anda lakukan. Sebab dengan begitu anda bisa menanamkan sikap pribadi yang tangguh. Tak perlu memikirkan apakah anda sanggup mengatasi segala rintangan yang datang nantinya, sebab seiring dengan upaya yang anda lakukan. Maka akan semakin besar daya yang anda miliki.

Seperti apa yang dikatakan oleh William James, seorang filsuf dan psikolog terkemuka, “Penemuan terbesar dalam generasi umat manusia sekarang adalah, bahwa manusia bisa mengubah jalan pikirannya.”

5. Selamat menikmati kemenangan.

Prinsip berpikir positif merupakan satu proses penting di mana anda dapat mengarahkan diri anda ke arah kemajuan. Dan apabila terjadi masalah anda selalu memiliki jawaban pemecahannya. Prinsip berpikir postif terutama didasarkan atas kebenaran yang bersandar pada makna, “Inilah kemenangan yang bisa mengalahkan seluruh dunia. Kemenangan yang bisa anda dapatkan dengan iman dan keyakinan”