Awal mula dari kisah kasih kami terjadi pada perhatianku selama bertahun tahun dimulai bulan April 2010 di situlah perhatianku tertuju kepada seorang gadis yang sangat memikat hatiku sebut saja Lina Indriyana.

Bermula dari Inbox FB di situlah awal sayang dan cinta kami bertemu.

Awal perjumpan denganmu wanita terkasih di hatiku.

Dan berlanjut ke chat ringan yang akhirnya mempertemukan kami di desa yang sangat dekat sebut saja desa Jalakan dan Jarak Tanjung.

Entah Tuhan mempertemukan kami atau memang suatu keberuntungan buat kami berdua di saat saya melakukan pekerjaan di wilayah Solo ternyata berteman dengan beliau dan keluarga mudik merayakan lebaran di kampungnya.

Advertisement

Setelah mengetahui kami berdua di satu wilayah yang sama kita memutuskan untuk bertemu dan akhir nya kami melakukan date ringan untuk bertemu ditemani motor butut kami pun bertemu.

Pertemuan yang membuat kami saling menerima kekurangan kami.

Pada saat pertemuan pertama saya sangat terpesona bukan dikarenakan dari paras beliau justru saya sangat tertarik dengan beliau yang apa adanya dari pembicaraan kami hanya menjadikan pemyemangat kami berdua dalam menyelengarakan keseharian saja karena perbedaan umur kami yang berbeda jarak 14 tahun tentunya akan menjadikan pertimbangan yang sangat serius untuk kami berdua.

Pada pertemuan tersebut kami berdua menuju di sebuah warung steak terkenal di kampung kami,dan kami pun bersenda gurau dan berkelakar bersama membicarakan hubungan kita ini mau dibawa kemana ,dan pada saat itu saya memberanikan diri untuk menciumnya dengan konsekuensi yang saya ambil apapun yang akan terjadi ,

Ciuman itu justru membuat kami lebih dekat dan menjadikan hubungan ini kearah yang lebih serius. Dan kami pun melanjutkan perjalanan kami berdua mengitari kota Solo dengan arah dan tujuan yang tidak pasti hingga larut malam.

Dan kami pun pulang menuju ke kampung halaman kami di situlah masalah pertama kami hadapi ,sehinga membuat kemarahan keluarga beliau,sehingga membuat planning pertemuan berikutnya kacau balau.

Bumbu cinta kasih kita agar abadi.

Dan akhirnya saya mencari cara walau hanya untuk melihat wajahnya saja yang membuat saya selalu terpana bila menatapnya, beliau bukan sosok yang rupawan namun saya merasa beliau sangat cantik di mata saya entah karena saya dibutakan oleh cinta.

Dengan cara yang saya susun saya meberanikan diri untuk berkunjung ke rumahnya di Jarak Tanjung dengan alasan awal kami pun hanya akan bertemu dari jarak kejauhan, namun cara yang kami buat akhirnya saya ubah dengan cara yang berbeda, sayapun masuk ke dalam rumahnya dengan menyamar saya menjadi teman kakanya Yang saya sendiri sampai detik ini tidak tau menahu dengan kakaknya.

Lambat laun cara kami pun diketahui oleh keluarganya sebut saja Bue' dan Pae' biasa dia memangil ,dengan rasa malu karena ketahuan saya pun mrmutuskan untuk segera pulang sebelum suasana bertambah kacau nantinya.

Kami berfikir bakal tidak akan bertemu lagi di kemudian harinya.

Namun pemikiran kami pun bertolak belakang ,kami pun masih sering bertemu hari demi hari kami lalui bersama dalam suka dan duka

Pada suatu ketika kami pergi ke suatu candi di Sukuh dan di sebuah air terjun di situ kami berikrar untuk selalu bersama dalam suka dan duka ,kami saling meyayangi walau perbedaan kami sangat jauh 14 tahun bukan perbedaan yang mudah untuk disatukan.

Kami berdua saling menguatkan bahwasanya cinta tidak pernah memandang usia ,

Kisah cinta kami yang indah akankah terus terjalin dengan perbedaan kami yang sangat jauh? Dalam setiap doa kami lantunkan untuk selalu bersama semoga cinta dan sayang ini selalu beriringan untuk bersatu selamanya.

Tulisan ini kami dedikasikan untuk Lina Indriyana, masihkan kau mencintaiku dengan perbedaan umur kita yang sangat jauh.

Di manakah dirimu berada saat ini duhai kekasihku ,kan ku pantaskan diriku untuk mencintaimu apa adanya.