Hai kesayanganku maaf aku harus melepaskanmu, sudah 3 tahun lamanya aku bertahan untuk mu tetapi kamu tidak ada usaha untuk mempertahankanku. Rasanya sebagai perempuan sudah lelah jika harus mempertahankan sendiri atau seorang diri, cinta itu harusnya diperjuangkan berdua bukan hanya sendirian, sudah cukup lama aku bertahan sendiri tanpa mempertanyakan yang pasti untuk kita.

Setiap aku bertanya bagaimana kelanjutan untuk kita kamu hanya menjawab enteng dengan berkata, "Kamu cari pacar baru lagi aja, ntar aku juga cari pacar baru". Enak sekali kamu bisa berkata seperti itu dengan santainya, sedangkan aku yg mati-matian berusaha untukmu, membuatmu bahagia tetapi sayang kamu tidak perduli itu sama sekali bagaimana aku dan bagaimana perasaanku kamu engga akan pernah tau kalau wanita itu sangat sensitif apalagi terhadap perasaan aku selalu dan selalu mencoba untuk bertahan, memahami kamu, mengerti bagaimana kondisi kamu , masalah kamu dengan keluarga kamu. Tapi sayang semua sia-sia tak pernah ada artinya di matamu aku hanya ingin bertanya kepadamu, masihkah kamu menyayayangiku? Masihkah kamu memperdulikan aku? Dan masihkah kamu ingin memperjuangkan semua ini?

Kalau iya tolong buktikan, buktikan kalau aku masih ada di dalam hati kamu. Jika tidak aku akan menyerah sekarang. Aku akan mundur perlahan dan menjauh. Ah, perasaan aku ini seperti boneka bagimu yg bisanya hanya kamu mainkan saja dan maaf aku bukan seperti yang kamu bayangkan. Aku wanita kuat yang tidak mudah kau patahkan begitu saja, tetapi hukum karma itu pasti ada. Maaf karena aku memutuskan untuk mundur, aku pergi dan tak kan lagi akan menganggumu lagi, maafkan aku.