Kesalahan adalah hal yang tak lepas dari kehidupan seorang manusia. Manusia bukanlah malaikat yang selalu benar dengan cara hidupnya, baik perkataan, atau pun tindakannya. Kesalahan terhadap diri sendiri membuat dirinya merugi dan harus disesali. Kesalahan terhadap orang lain membuat dirinya merugi apalagi orang lain.

Tidak ada manusia yang sengaja membuat kesalahan untuk dirinya sendiri atau orang lain, kecuali akalnya rusak. Namun, orang yang sudah terlanjur kena imbas dari kesalahannya kadang terlalu cepat mengambil kesimpulan dengan memberikan kebencian. Tak jarang mereka berkata, “Tak ada maaf bagimu”.

Memang tak mudah memberikan maaf, terlebih rasa sakit yang diberikan sampai menusuk ke dalam hati. Tak ada obat yang bisa menyembuhkannya. Namun apa salahnya memberikan maaf. mungkin, maaf kita menjadi jalan kebaikan untuknya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Sebaliknya jika tidak ada maaf, mungkin bisa menjadikannya pribadi yang lebih buruk. Semoga kita terhindar dari hal demikian.

Berilah kesempatan bagi seorang pendosa untuk berubah, karena setiap manusia memiliki hak untuk mengoreksi hidupnya dan memperbaikinya jika ada kesalahan. Kesempatan yang tak banyak orang memberikannya. Namun percayalah, ada orang yang ingin benar-benar berubah memperbaiki kesalahan dalam hidupnya.

Berikanlah pada mereka maaf. satu kata yang sangat hebat, jika dilakukan oleh orang-orang yang teraniaya.

Advertisement

Teladan agung Rasulullah Muhammad SAW. Ketika perang Uhud sedang berkecamuk. Para sahabat meminta nabi untuk berdoa agar orang-orang yang menyakiti mereka celaka, namun, nabi menjawab, ”Aku sekali-kali tidak diutus untuk melaknat seseorang, tetapi aku diutus untuk mengajak kepada kebaikan dan sebagai rahmat.” Dan Rasul berdoa, ”Wahai Tuhanku ampunilah kaumku, karena mereka tidak mengetahui.”

Dalam perang Uhud itu pula, Wahsyi, seorang budak hitam dihadapkan kepada Nabi. telah membunuh paman Nabi yang sangat disayangi dan dihormati. Hamzah bin Abdul Muththalib. Karena dijanjikan untuk dimerdekakan oleh tuannya, seandainya berhasil membunuh Hamzah. Dan Ia pun berhasil. Kini Wahsyi dihadapan Nabi dan mudah untuk dibalas senadainya nabi berkehendak. Apakah beliau melakukan pembalasan? Tidak. Rasulullah SAW justru memaafkannya. Kemudian Wahsyi pun mengabdikan dirinya pada nabi, dia menyesal telah melakukan kekejian pada paman Nabi Hamzah.
Masya Allah sungguh agung sikap pemaaf nabi. Bukankah kita harus meneladaninya? Yah, kita harus meneladaninya. Jadilah pemaaf! Memaafkan segala kesalahan yang pernah dilakukan orang lain kepada kita.

Percayalah! Seseorang mempunyai hati yang selalu ingin benar dalam perkataan dan perbuatanya. Namun, dia bukanlah malaikat yang selalu benar. Sikapilah kesalahan orang lain dengan hati yang tenang dan maafkanlah sebelum dia memintanya. Apalagi jika dia mau melakukan apapun untuk sebuah maaf. Karena jika sudah seperti itu, dia adalah pribadi yang benar-benar berubah.

Semoga kita bisa menjadi pribadi yang pemaaf. Walaupun sangat sulit memaafkan. amin