Sebagai seorarang mahasiswa, kita sudah tak asing lagi dengan berbagai macam karakter mahasiswa yang sejatinya memberikan warna di dalam menjalani miniatur kehidupan yang sering kita sebut dengan Universitas atau kampus, menurutnya kampus adalah suatu wadah untuk mengekspresikan jati diri yang dimilikinya untuk mempersiapkan kehidupan bermasyarakat yang sesungguhnya setelah lulus nanti.

Menurut Mukhlis Said dalam karyanya “Metemorfosa” warna-warni kehidupan kampus tak lepas dari berbagai tipologi yang diklasifikasikan berdasarkan karakteristiknya antara lain:

Mahasiswa “Kupu-kupu” (kuliah pulang kuliah pulang), Mahasiswa berlebel “Kura-Kura” (kuliah rapat kuliah rapat), Mahasiswa berlebel “Kuda-Kuda” (kuliah dagang kuliah dagang), Mahasiswa berlebel “Kunang-Kunang” (kuliah nangkring kuliah nangkring), dan tak lupa juga Mahasiswa berlebel “Gajebo” (gak jelas booo….). Namun di dalam analisis saya sebagai mahasiswa, saya menemukan satu lagi tipologi mahasiswa yang sebenarnya tidak begitu Limited Edition yang sering saya sebut 'Haha-Hihi' studens atau mahasiswa 'Haha-Hihi'.

Ok guys… So, berdasarkan namanya kira-kira kita sudah bisa menebak apa yang menjadi pembeda dari tipologi ini dengan tipologi yang lain. Yups, ibarat seorang pelawak di suatu teater komedi, ahasiswa 'haha-hihi' berperan penting dalam mencairkan suasana perkuliahan yang begitu 'krik-krik'. Lebih jelasnya di dalam artikel ini saya akan memaparkan beberapa karakteristik dari sosok mahasiswa 'Haha-Hihi' antara lain:

1. Aktif dalam sesi tanya jawab.

“Diam adalah pecundang” begitulah salah satu motto yang selalu di genggang oleh mahasiswa 'Haha-Hihi', sesi tanya jawab ibarat perlombaan yang wajib mereka menangkan, akan tetapi sebagian dari mereka kurang mempersiapkan bahan diskusi dengan kata lain mereka hanya bermodal nekat, namun mereka dapat mengimbanginya dengan kepiawaiannya dalam mengolah kata-kata yang sering mereka bungkus dengan suatu lelucon baik dalam segi menganalogikan sesuatu atau membuat contoh pembahasan sehingga terlihat sangat menarik dan berbobot.

Mereka juga sering kali memasukkan rayuan-rayuan gombal di dalam pertanyaan atau pembahasan yang di tujukan untuk para kaum hawa, sehingga kebanyakan mereka terlihat famous di jajaran para wanita di kelasnya.

2. Dikenal oleh Dosen

Bersambung dari karakteristik diatas tidak dapat dipungkiri bahwa mahasiswa 'Haha-Hihi' sering dikenal banyak dosen mulai dari Dosen penyayang hingga Dosen 'Killer', baginya Dosen bagaikan orang tua yang mengharapkan perhatiannya dari anak-anaknya jadi mahasiswa yang aktif dalam perkuliahan adalah bagian dari anak-anak yang memperhatikannya, sehingga mustahil jika seorang Dosen tidak mengenali mereka.

Namun tidak semua Dosen suka dengan tingkah laku mereka karena disebabkan oleh perkataannya yang terlalu berlebihan dan bahkan menyinggung Dosen disela-sela candaannya baik itu disengaja atau tidak disengaja, oleh karena itu Mahasiswa Haha-Hihi harus dapat mengontrol dan membatasi diri agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginginkan.

3. Tak takut Dosen Killer.

Baginya semua Dosen itu sama, sama-sama makan nasi yang membedakan hanyalah karakteristik dan metode pengajarannya, oleh karena itu wajib bagi mereka memahami karakteristik sang Dosen agar dapat mengontrol dan membatasi dalam beraktivitas di ruang perkuliahan.

Menurutnya Dosen 'Killer' hanyalah ilusi mahasiswa cupu yang hidupnya hanya memikirkan kepraktisan dan takut akan tantangan. Mereka sangat berperan penting untuk menghapus doktrin adanya Dosen 'Killer' yang sudah mendarah daging di kalangan mahasiswa dari zaman sebelum era orde baru hingga sekarang. Tinggal bagaimana kita mengatasi agar semua Dosen nyaman dengan kita.

4. Dapat mencairkan suasana perkuliahan

Menurutnya kegiatan perkuliahan ibarat panggung teater komedi yang disana mencerminkan suasana yang gembira tanpa ada ketegangan didalamnya, peran mahasiswa 'Haha-Hihi' adalah sebagai tokoh utama yang selalu menjadi sorotan penonton, perannyalah yang membuat perkuliahan yang tegang menjadi menyenangkan sehingga mahasiswa bisa rsantai tanpa ada beban yang dibawanya.

Maka dari itu kita sebagai teman seperjuangan dalam menjalani miniatur kehidupan seharusnya mendukung dan ikut berperan aktif agar perkuliahan dapat berjalan dengan nyaman sehingga kita dapat menjalankan diskusi dengan baik dan opini kita lebih berbobot karena di kemas dengan rasa nyaman dan humoris.