Kita hidup di zaman realita terhapus oleh kebohongan, dan kebaikan terhapus oleh kejahatan. Indonesia kita ini telah berubah, tak sama seperti dulu bray​. Nonton tv yang ditanyangin cuma tayangan yang sama sekali nggak berguna, blasstt​.

Manusia berubah menjadi serigala, dan manusia jatuh cinta pada serigala, sama sekali nggak mendidik dan nggak masuk akal. Ada juga film yang ngajarin anak-anak bangsa kita buat balapan, punya motor keren, pacaran, dan ciuman. Yah seperti itulah tontonan kita setiap harinya. Beranjak ke berita, bila ditinjau kebenarannya, mungkin udah nggak ada yang benar.

Di balik semua berita, tersimpan konspirasi para pejabat tinggi negara. Demi semua kepentingan mereka, kebenaran berita pun dikorbankan.

Kita tidak bisa menyalahkan stasiun tv penayangnya, karena yang pertama kita tidak punya status apapun, dan yang kedua kita tak punya kepentingan apapun, karena dinegara kita, siapa yang besar kepentinganya, dia yang menang. Seakan tak ada filterisasi tayangan, tayangannya tidak mengandung hal yang mendidik sama sekali. Kita pun tidak tahu menahu, apakah tayangan ini sudah difilter atau belum, kita hanya tinggal menerima segala yang ditayangkan. Apakah mereka tidak berpikir bahwa tayangan ini tidak hanya ditonton oleh orang dewasa, anak-anak kecil pun sudah tahu dan terpengaruh dengan tayangan yang tidak mendidik ini.

Akhir-akhir ini kita diramaikan dengan berita seorang manusia yang tak berotak, orang yang berani menghina pancasila. Pejuang kita telah berjuang selama kurang lebih 3,5 abad, tak bisa ditaksir lagi, berapa banyak darah yang tertumpah demi memperjuangkan sang garuda. "kembalikan negaraku yang dulu", hanya kata-kata itu yang bisa kita teriakkan disaat seperti ini. Yang lebih mengesankan lagi, tak ada hukuman sedikitpun. Panas di awal, kritik kepada orang itu berhamburan, dan lama kelaman, seperti biasa, hampa !!.

Advertisement

Malah kebijakan pun berubah, dia dipercaya untuk menjabat sebagai duta pancasila, wow banget kan !!. Orang yang menghina pancasila, malah dijadikan duta pancasila. Dibalik hal ini masih tersimpan pertanyaan besar, mengapa orang yang malah menghina pancasila dijadikan duta pancasila ?. Hal itu terjadi hari ini, mungkin dihari-hari setelahnya, seorang koruptor yang ketahuan korupsi akan dijadikan staff KPK, mungkin ajah !!!!. Bukannya sok peramal, tapi kita sebagai rakyat biasa sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi kedepannya.

Percayalah, arwah para pejuang tidak tenang di alam sana, mungkin mereka sedang marah, tapi apadaya alam telah memisahkan kita dengan mereka. "Kalian rakyat hanya bisa mengeluh, tak tahu susahnya mengemban amanah yang berat ini", ujar mereka. Berani memegang amanat, yah berani tanggung jawab, simple kan. Tolong bos, jangan rusak negeri nan indah ini dengan ulah bodoh kalian. Hanya satu, pertimbangkan segala sesuatu yang ingin diputuskan, berpikir lebih jauh lah!! kalau mau dan kalau bisa sih.