Beda umur beda kepastian. Mungkin ketika umurmu masih remaja atau masa-masa unyu sekolah, kepastian yang kamu harapkan cuma ungkapan doi "kamu mau gak jadi pacar aku" atau jawaban doi "iya aku mau jadi pacar kamu".

Ketika masa remaja dan masa pdkt hal yang paling kamu tunggu-tunggu adalah kepastian dari dia yang bisa merebut hatimu. Dan ketika perasaan kalian sama, kalian akan memulai sebuah hubungan yang menurut kalian pada masa itu adalah sebuah keseriusan.

Jadilah kalian pacaran, menikmati indahnya dunia milik berdua dan menjalani hari ini penuh kebahagiaan. Hingga saatnya tiba, umur kalian pun bertambah dengan berjalannya waktu. Kamu bukan anak remaja lagi yang cuma butuh makan gratis setiap nge-date, di berikan surprise-surprise romantis yang bikin kamu terharu atau perlakuannya yang membuatmu seakan menjadi ratu di kehidupannya.

Ya, kini kalian sudah memasuki fase dewasa. Masa di mana kepastian bukan hanya "kamu mau gak jadi pacar aku?" Atau "kamu kapan kasih kepastian pertanyaan aku minggu lalu?" Tapi yang kamu harapkan adalah dia yang menghalalkanmu. "Kamu kapan menghadap ke orang tua aku?"

Pertanyaan itu akan kamu lontarkan ke pasanganmu ketika umur kalian sudah sama-sama sudah mengikuti jejak teman-temanmu yang mendahuluimu di depan penghulu. Terlebih kalau doi yang sama sekali gak ada signal untuk menuju keseriusan.

Advertisement

Jadi apa gunanya hubungan kalian selama ini? Hanya permainan atau hubungan kalian hanya kedok menghindar dari pertanyaan orang-orang terdekat doi yang sering menanyakan "kapan nikah?"

"Halalkan atau ikhlaskan"

Kamu pun akhirnya berfikir ke arah masa depan, kalau sama dia gak ada kepastian apa mau di lanjuti hubungan kalian itu? Lupakan perasaanmu yang kuat kepadanya, sekuat apapun perasaanmu percuma. Dia gak menjadikanmu prioritas dalam keseriusan.

Mungkin bisa jadi dia serius, tapi bukan di waktu kamu mempertanyakan pertanyaan yang membuatnya terkejut. Tanyakan padanya sampai kapan kamu harus menunggu sampai kepastian itu tiba. Harus berapa lama lagi kamu menunggu untuk dia menghalalkanmu.

Tanyakan kepadanya, apakah dia mau menghalalkanmu atau mengikhlaskanmu bersama orang yang lebih baik.