Hari ini, apa yang kita rasakan?

Jadwal padet. Merayap gak? Banyak rencana ya. Syukurlah. Atau galau gak karuan. Males ngapa-ngapain. Apa lagi bete banget. Malu karena tampang gak bagus-bagus amat. Atau gak percaya diri karena gak bisa. Ahhh, itu cuma perasaan kita doang kok.

Terus, punya rasa apa lagi?

Benci sama orang lain atas sebab yang gak jelas. Sakit hati karena dibohongin. Atau emang pengen marah aja. Terus, gak sabar pengen cepet sukses kayak orang lain. Iri dan dendam gitu. Atau kecewa, karena yang dipengen gak bisa kesampean. Sekali lagi bilang, ahhhh itu cuma perasaan kita doang kok.

Ya elahhh, cuma segitu doang perasaannya. Dikit banget sih. Ada lagi gak, coba pikirin ayo… Katanya, gak semua harapan sesuai kenyataan. Dan gak semua kenyataan sesuai dengan harapan. Kalo cuma ngomong emang gampang ya…

Advertisement

Lagian, namanya juga hidup, penuh dinamika. Manusia cuma ngejalanin kok, Allah yang atur semuanya. Kita cuma diminta ikhtiar. Selebihnya Allah yang tentukan. Adil kan… Kata para sufi, dunia ini cuma panggung sandiwara. Kita hanya aktor yang main. Sutradaranya Allah.

Terus maksudnya apa?

Gak ada maksud apa-apa kok. Sabar aja. Gak ada satupun makhluk Allah yang gak punya masalah. Makan aja kalo kekenyangan jadi masalah. Iya gak…

Masalah itu pasti ada. Gak usah dihindari. Dan gak perlu juga kabur dari masalah keless. Terus, merasa menderita, nestapa. Segala rasa yang gak puguh dikumpulin. Apalagi rasa yang jelek-jelek. Ngeluhlah, galaulah, bete-lah. Negatif mulu bawaannya. Ya elahhh, sempit banget hidup model gitu gak sekalian aja minta kiamat…

Terus maksud elo apa?

Busyet. Dah mulai bete lagi nih. Yang sabar ya. Tahu gak, perasaan kayak apapun. Hari ini atau besok, sebenarnya ada pada diri kita sendiri. Bukan ada di orang lain. Semua rasa yang jelek itu ada karena diri sendiri. Ternyata, musuhnya ya kita sendiri. Bukan orang lain, bukan pula keadaan. Kalo kata pejuang, “LAWAN AJA DIRI ELO SENDIRI”.

Ehhh, tahu gak. Nyatanya, banyak orang pengen mengubah DUNIA. Alasannya, karena di dunia ini banyak hal yang gak dia sukai. Dia gak demen ama keadaan ini. Wajar kalo dia ngotot mau mengubah dunia agar dunia mau ikut sesuai keinginan dia. Dia mati-matian, bertarung sekuat tenaga untuk menaklukkan dunia. Ambisi, cita-cita dan kekuatannya dikerahkan agar dunia berputar sesuai hasratnya. Luar biasa sekali dia. Yukk kita doain aja yang terbaik. Walau gak banget deh, ngubah dunia.

Ini juga nyata. Banyak orang yang pengen mengubah ORANG LAIN. Alasannya, karena orang-orang di sekitarnya adalah sumber kesenangan dan kebahagiaan. Tapi di saat lain, orang lain juga dianggap mendatangkan derita, kepahitan dan frustrasi. Maka, semua orang yang tak disukainya menjadi target mereka untuk diubah. Mereka bertarung lagi sekuat tenaga, mati-matian siang malam agar orang-orang di sekitarnya takluk sesuai maunya dia. Dengan cara apapun. Luar biasa lagi. Yukk, kita doain lagi, biar berhasil walau mustahil.

Pusing gak sih hidup kayak gitu. Mau ngubah DUNIA, mau ngubah ORANG LAIN. Itu nyata sekali ada.

Tapi sayang kita nyata-nyata lupa?

Ternyata gak banyak orang yang rela dan sudi mengubah DIRINYA SENDIRI. Alasannya, karena dia merasa sudah SEMPURNA. Gak ada yang perlu diubah, kata dia. Merasa sudah benar, merasa pintar, merasa mampu. Dan merasa yang baik-baik semua. Keren sekali dia. Ciamikk pokoke kayak gitu. Yukk, kita berdoa lagi, agar dia benar-benar seperti itu.

Orang bijak bilang, “segala masalah, segala perasaan jelek itu kita yang benamkan sendiri. Maka kitalah sumber masalahnya. Jadi yang harus berubah itu diri kita sendiri".

Lha kok jadi diri gue sendiri?

Ya iyalah, masa ya iya dong. Kita yang merasa punya masalah. Ya kita dong yang harus berani bertarung dengan diri sendiri. Musuh kita itu ternyata diri sendiri. Sifat jelek, sikap jelek, perilaku jelek, pikiran jelek itu ada di diri kita sendiri. Ngapain jadi nyalahin dunia ama orang lain. Elo tuh ya…. Elo yang pikirannya negatif sendiri. Elo yang iri, elo yang gelisah kenapa nyalahin keadaan, nyalahin orang lain. Gak banget deh elo… LAWAN AJA DIRI KAMU SENDIRI.

Lalu, gimana cara kamu melawan diri sendiri. Gak banyak yang bisa dilakukan selalu kamu lawan diri sendiri. Hanya ada satu kata, LAWAN. Masalah dan tintangan sebesar apapun masih kalah besar dengan diri kamu.

Kalo kamu sadar musuh itu ternyata diri sendiri. Inilah 5 Tips agar kamu bisa melawan diri sendiri:

1. Hargailah setiap hal yang kamu lakukan. Hal sederhana asal kamu lakukan maka akan memotivasi diri. Ingat, cara terbaik untuk memotivasi diri adalah dengan menghargai diri sendiri.

2. Tetap fokus dan antusias. Lakukan saja pekerjaan atau aktivitas kamu dengan fksu dan penuh antusias. Gak usah tergagnggu oleh orang lain atau keadaan. Mudah atau rumit, kerjakan saja. Hal baik yang kamu lakukan maka akan mendatangkan kebaikan pula.

3. Kejar tujuan kamu. Kamu punya tujuan yang harus dicapai, harus dikejar. Jangan pernah berhenti sebelum sampai di tujuan. Masih banyak kok yang bisa kamu lakukan.

4. Perhatikan hal kecil. Banyak orang pengen yang besar tapi melupakan yang kecil. Perhatikan yang kecil dan kerjakanlah maka kamu akan sampai di titik yang besar. Jangan anggap remeh hal kecil karena ia tetap bisa mematikan.

5. Gak usah bandingkan diri dengan orang lain. Kamu gak usah mengintip laju orang lain. Kerjakanlah yang menjadi tujuan kamu, gak usah membandingkan dengan orang lain. Kamu punya potensi dan lebih kuat dari orang lain. Tantanglah diri kamu sendiri.

LAWAN AJA DIRI KAMU SENDIRI.

Gak usah cari kambing hitam. Gak usah nyalahin orang lain, keadaan. Apalagi bilang Allah gak adil. Musuh elo itu diri sendiri. Lawanlah, perangilah dirimu sendiri. Lawan tuh rasa takut, malas, sombong, arogan, benci, iri, dendam, galau, bete, gak sabar dan rasa lainnya yang jelek-jelek yang ada di diri kita sendiri. Itu lebih baik. Jujur aja nih, gak bakal ada kemenangan yang berkah jika lahir dari usaha untuk mengalahkan orang lain. Gak ada kemenangan yang hakiki kalo niat dan cara yang dilakonin penuh noda. Itu bukan pemenang, tapi pecundang.

LAWAN AJA DIRI KAMU SENDIRI.

Kita, harus menang atas diri sendiri. Itu saja cukup. Ingat, terlalu banyak pelari yang tertinggal jauh di belakang karena sibuk mengintip laju lawan-lawannya. Harusnya, jadilah pelari yang berlari untuk memecahkan rekornya sendiri. Gak peduli apakah pelari lain akan menyusulnya atau tidak. Gak peduli dimana dan siapa lawan-lawannya. Ia hanya mencurahkan seluruh energinya untuk memperbaiki rekornya sendiri” Sungguh ciamik, jika demikian.

Duh maaf ya, jadi serius gini?

Udah dulu ya. Pengen ngebenahin perasaan diri sendiri dulu. Pengen tanding lawan diri sendiri hari ini. Bukan tanding lawan orang lain. Ternyata musuh gue diri sendiri. Bukan orang lain ataupun keadaan.

Karena keinginan untuk mengalahkan orang lain adalah awal dari kekalahan diri kita sendiri.

Selamat menikmati anugerah Allah hari ini ya, jadilah diri sendiri…. salam tarung nan ciamikk !! #BelajarDariOrangGoblok