Sayang, apakah kau masih dalam diam yang sama ?

Satu tahun bukan waktu yang singkat jika dipikir – pikir, kau berlalu dengan hati yang baru sedang aku masih dalam keteguhanku yang dengan bodoh setia menanti dalam diamku. Berdiam dalam kepura – puraan yang lama itu membosankan, jangankan tertawa dalam candaan, bersedih dalam kebahagiaan pun itu tidak memungkinkan.

Dengan bangganya kau berjalan seakan semua aman terselesaikan, kau tertawa bercanda ria, sedang ku tertawa dalam derita, bukan lebay atau apa namun melihatmu bahagia dengan yang lain terkadang itu membuat sedikit hati tertekan, ya memang aku harus bisa melihatmu tertawa bahagia bersamanya namun jangan dihadapanku seperti ini, ini tidak menyiksaku namun hanya perasaanku saja, yang selama ini masih dalam diam untuk memilikimu.

Kebodohan yang sama sampai saat ini masih aku lakoni, jika diibaratkan maksud hati memeluk gunung, namum apa daya tangan tak sampai. Hati tetap ingin memiliki, namun entahlah lidah ini tetap tidak mempercayai. Bukan masalah jarak atau masalah keyakinan, kita dalam jarak yang tak begitu jauh, begitupun kita memiliki keyakinan yang sama, ya keyakinan untuk tidak saling bersama saat ini. Dalam diam mu kau berbisik seakan kau mengerti semua keadaan.

aku masih dalam diamku yang dulu, semoga kau tetap dalam kekakuan mu seperti dulu kepadaku.

Bukan bodoh, bukti saja jika yang kuucap bukan sekadar gurauan.

Advertisement

Ya memang, mungkin sebagian dari banyak yang bilang bodoh menunggu sesuatu yang bahkan tidak yakin tangan siapa yang dia genggam? Tapi ingat satu sal saja, kau berada di dalam alasan yang tepat untuk berdiam tanpa mengungkapkan, bukan berarti tidak memiliki keberanian namun ingat jika sudah hilang sulit untuk bisa kembali, lebih baik tetap pada diammu dan jangan lupa, selalu curahkan apa yang kamu alami hari itu dalam sujudmu.

Tuhan tidak akan tinggal diam, dengan terus menyiksamu memegang duri.

Kasarnya "persetan" dengan mereka yang meneriakimu bodoh, meneriakimu single, jomblo dan lain sebagainya. Ingatlah selalu satu hal

Jangan pernah sia – siakan ruang itu untuk pasangan yang bahkan tidak ingin menempatinya, waktumu terlalu berharga untuk kau mencintai dia yang menggenggam hati lain.

Hanya saja, terkadang kita mencintai seseorang yang memang benar tidak pernah mencintai kita, dia memegang tangan kita meyakinkan bahwa kitalah miliknya, sayang kalian sudah dibodohi dalam waktu yang tidak singkat. Lebih baik berjalan dalam kesendirian yang sementara, dari pada berjalan berdua namun selalu menjadi yang ketiga. Tidakkah cukup kita memiliki cinta dari sahabat? Kawan? Orang Tua? Rasa apa yang kurang dari mereka? Jangan bodoh hanya menyia – nyiakan waktu untuk hal yang tidak perlu.

Kau yakin? Biarkan, jangan kau kejar. Kau masih bisa sendiri dalam diam.

Apakah tidak pernah kalian mendengar betapa hebatnya kisah Fatimah dan Ali ? Bagaimana mereka memperjuangkan apa yang mereka inginni ? Bagaimana bisa Fatimah menolak Umar yang begitu gagah dan besar ? Bagaimana bisa Fatimah menolak Sahabat Ayahandanya, Abu Bakar sang saudagar kaya ? Namun memang benar, jangan pernah berhenti bersabar dan berdoa, Jika dia pantas bagi kita, bahkan seribu manusia tampan/cantik/kaya/rupawan akan gagal menuju jalan hatinya. Ingat, hati hanya untuk 1 orang saja, itu kamu.

Jangan pernah berhenti berharap, dan jangan pernah berhenti untuk berdoa. Jangan pernah mencoba untuk menyentuhnya, jika kau belum siap untuk kehilangannya.

"seperti biasa, untuk kamu wanita yang masih selalu akan terus aku cintai, namun maaf masih hanya dalam diam, bersabarlah. Kau tidak perlu melihatku di setiap waktu, kau tidak perlu tau kabarku di setiap detiknya, yang perlu kamu tau Aku masih akan tetap mencintaimu, untuk saat ini hanya dalam diam "