Banyak pria diluar sana yang tidak bisa membedakan mana perempuan matre dan mana perempuan realistis. Mereka anggap keduanya sama saja, padahal jelas-jelas berbeda. Semoga tulisan saya ini bisa membantu kalian wahai para pria. Agar kalian bisa membuka mata dan lebih jeli menilai wanita. Coba simak baik-baik ya guys!

Matre dan realistis itu beda tipis. Banyak sekali wanita yang berdalih realistis hanya untuk menutupi kematreannya. Saya sebagai wanita juga agak prihatin kalau penilaian para pria jadi seperti ini. Jadi kalau denger kata matre ada kesan negatif gitu. Tapi jangan khawatir! Gak semua perempuan seperti itu kok. Pandai-pandailah memilih ya para pria.

Sebenarnya gak susah sih membedakan realistis atau matrenya seorang perempuan. Perempuan matre selalu menilai kualitas finansial pasangan dan mengukur cinta pasangannya dengan seberapa banyak si pasangan menyenangkan perempua matre ini dengan uangnya. Semakin mahal hadiah yang diberikan semakin besar dia memberikan cintanya. Kalau perempuan realistis selalu memperhitungkan kemampuan pasangan dengan seberapa besar si pria bertanggung jawab atas masa depannya nanti. Bukan seberapa mahal hadiah yang diberikan tapi seberapa besar usaha pasangan buat ngasih hadiah tersebut.

Perempuan matre milih pasangan berdasarkan kendaraannya. Lebih mewah, lebih baik. Beda sama perempuan realistis, gak terlalu mempermasalahkan kendaraan harus mewah atau tidak, yang penting nyaman.

Realistis atau matrenya seorang perempuan juga bisa diukur saat perempuan jalan dengan pasangannya. Saat makan direstauran si perempuan matre pasti maunya dibayarin, sedangkan perempuan realistis pasti nolak dibayarin dan lebih milih patungan. Kalau jalan di mall, perempuan matre pasti selalu minta dibayarin semua barang belanjaannya. Beda sama perempuan realistis yang cuma minta ditemenin, itu karena mereka sadar kalau ini barang kebutuhannya, lain halnya kalau itu barang kebutuhan berdua.

Advertisement

Perempuan matre akan meninggalkan pria jika dirasa sudah tidak mampu lagi menopang kebutuhannya, alias jatuh miskin. Hal ini tidak berlaku dengan perempuan realistis. Mereka sadar kalau cinta aja gak cukup tapi mereka menghargai ketulusan. Bukannya meninggalkan, mereka malah mengajak pasangan untuk sama – sama berjuang saat sang pasangan terpuruk dan jatuh.

Tidak bisa dipungkiri, kita tidak bisa hidup hanya bermodalkan cinta. Tapi kita juga butuh kesejahteraan, sebagai wanita saya mencoba realistis. Harta dan uang juga gak cukup untuk membeli kebahagiaan, kenyamanan dan ketulusan.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Agar para pria bijak dalam memilih. Jangan menilai wanita buruk sebelum kalian mengenalnya. Perempuan realistis yang abal-abal banyak, tapi perempuan realistis yang tulus juga gak kalah banyak kok. Pelajari baik-baik yaa..

Ingat! Cantik dan seksi bukan jaminan dia bisa ngebahagiain kamu.