Hypwee, kenapa sih kamu harus LEFT Group di Media Sosial?

Emang sih itu hak kamu. Bukan hak orang lain. Tapi gak salah kan untuk memikirkannya kembali. Apalagi di seperti global sekarang. Era dimana aplikasi mesengger — WhatsApp, Facebook, WeChat, Line, dll– bikin orang jauh jadi terasa dekat.

Lalu, kenapa kamu harus LEFT Group, keluar atau meninggalkan group itu?

Mungkin jawabnya karena ini ya.

Ah bikin sakit hati nih omongannya, ya udahlah gue left group aja.

Ya ampun ini group sepi amat. Buat apaan ada group kalo sepi, ya udahlah left group aja.

Ihh parah banget chat gue gak direspon, bikin bete aja ya udah left group.

Ahhh berisik banget ini group ganggu aja ahh, bikin hp nge-hang. Mending chat-nya penting.

Advertisement

Masih banyak lagi alasan. Beragam alasan, lalu akhirnya kita LEFT Group. Keluar dan gak lagi ada di group.

Masalahnya adalah kamu mudah banget LEFT group?

Mungkin menurut sebagian orang itu hal yang sederhana, hanya keluar dari suatu group. Keluar dengan berbagai alasan yang sebenarnya hanya terlintas sebagai luapan emosi sesaat. Padahal, dengan banyaknya orang yang mudah left group sesuka hatinya akan mempengaruhi kondisi psikologis anggota yang lain. Bahkan, semakin seringnya itu terjadi dalam sebuah group akan mengubah esensi kebersamaan group tersebut. Atau bisa juga memutuskan tali silaturrahmi sebuah komunitas atau kelompok.

Jika dibiarkan, fenomena left group ini akan sering terulang dan berpola.

Seseorang yang sedang merasa tidak nyaman dalam segi emosinya, ia akan mudah terprovokasi dengan apapun dan left group merupakan jalan pintas untuk keluar dari masalah yang seharusnya bukan menjadi masalah bila dia mau lebih bersabar dan memahami anggota group yang lain.

Sebenarnya, kita bisa lebih merenungi awal mula kita masuk dalam sebuah group komunitas atau group lain. Untuk apa? Kalau bukan silaturahim … iya gak.

Tentunya, kita punya satu niat karena Allah untuk bergabung dalam sebuah group. Untuk menjaga silaturahim, untuk berdiskusi untuk kebaikan, untuk mengingatkan tentang kebaikan atau bahkan untuk bersinergi yang positif.

Sebuah group pun dibuat bukan untuk main-main melainkan untuk memudahkan kita dalam berkoordinasi dan berhubungan dengan anggota yang lainnya. Itu niatnya, apalagi bagi yang sudah puluhan tahun tidak tahu kabarnya.

Maka, kenapa kamu harus LEFT Group?

Ada beberapa tips untuk menghindari terjadinya fenomena LEFT Group, diantaranya:

1. Ingat kembali tujuan dibentuknya group tersebut.

2. Hidupkan group dengan sapaan ringan yang hangat sehingga semua anggota nyaman dan merasa dianggap.

3. Jadi member yang bertanggungjawab dalam menanggapi info penting. Karena jika ingin dihargai maka mulailah untuk menghargai orang lain.

4. Berusaha mengenal setidaknya beberapa anggota group yang sering muncul, pahami gaya bicaranya dan kepribadiannya agar jika ada kata-kata yang tidak baik bisa kita pahami dan mengurangi salah paham.

5. Selalu berpikiran positif terhadap group. Jika group sedang sepi mungkin anggotanya sedang sibuk, atau jika terlalu ramai mungkin anggota group sedang luang waktunya. Atau lagi gak ada kerjaan.

Jadi, manfaatkanlah momen kebersamaan di dalam group. Jika kita selalu menyalahkan orang lain atas masalah yang kita hadapi, takkan ada perubahan yang kita dapat. Bahkan kebencian yang akan melekat dalam hati kita. Tetapi, mulailah menjadi pribadi yang lebih baik dan menghargai setiap detik yang terjadi. Lagipula, hari ini gini ngapain juga “ngambil hati” dari media sosial.

Sungguh, kamu gak perlu LEFT Group bila bisa menyikapinya. Santai saja. Dan bersyukurlah atas apa yang sudah kamu miliki sekarang, termasuk teman-teman di group itu. Jika perlu, cintailah semua orang-orang yang hadir dalam hidup meski di dunia nyata ataupun di dunia maya. Karena setiap yg terjadi merupakan takdir yang Allah yang direncanakan untuk kita.

Dipertemukan dengan orang-orang yang awalnya tidak saling kenal atau bahkan ada di belahan dunia yang lain itu anugerah lho.

Maka, gak perlu LEFT Group. Karena dalam satu group gak semuanya satu pikiran dengan kita. Belum tentu satu suara, bahkan bisa jadi beda pendapat. Dalam group, kita juga belajar untuk respect satu sama lain. Saling menghormati dan menghargai. Buat apa LEFT Group.

Jika terpaksa LEFT Group pun, keluarlah dengan cara yang baik. Beri tahu dan ungkapkan alasan dengan baik.

Karena kamu pantas bertahan dalam suasana yang baik, bukan keluar dari yang baik.

Salam kompak selalu #BelajarDariOrangGoblok