Jika kita cermati, ada satu hal yang sedikit berbeda dari adzan subuh, yaitu sebuah kalimat berbunyi:

Ash-shalaatu khairun minan naum.

Shalat itu lebih baik daripada tidur.

Apa yang lebih baik dalam shalat Subuh dibandingkan tidur? Mengapa kita merasa berat saat bangun di pagi hari buta dan cenderung mengantuk, lemas, dan malas?

Menurut para ilmuwan, secara fisiologis, hal ini terjadi karena pembuluh darah ke otak menyempit sehingga aliran oksigen ke organ tubuh tersebut berkurang.

Pada saat yang sama sel-sel trombosit di dalam pembuluh darah kita berangkulan, mengumpul, dan menggumpal membentuk sesuatu yang disebut trombus. Trombus dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah di otak dan jantung manusia atau biasa disebut gangguan serebrovaskular.

Advertisement

Hasil dari penelitian tiga orang guru besar di bidang farmakologi, yaitu Furchgott, Ignarro, dan Murad menyimpulkan bahwa ada suatu zat di dalam dinding sel tubuh manusia yang dapat mencegah terbentuknya trombus dan melebarkan pembuluh darah.

Zat itu bernama NO (Nitrit Oksida). Zat Nitrit Oksida diproduksi saat kita istirahat, termasuk saat kita sedang tidur lelap. Namun demikian, zat ini hanya akan aktif bila tubuh kita bergerak.

Aktivitas bangun pagi untul shalat Subuh, berjalan kaki ke masjid untuk shalat berjamaah, dan gerakan shalat pada saat ruku' dan sujud dapat meningkatkan aktivitas Nitrit Oksida di dalam pembuluh darah sehingga akan mencegah terbentuknya trombus.

Selain itu, pasokan oksigen ke otak juga akan meningkat dan pembuluh darah ke otak juga akan menjadi lebih lebar. Hasilnya, penyempitan pembuluh darah atau gangguan kardioviskular dapat dicegah.

Di samping itu, karena aliran darah ke otak lancar maka pikiran kita akan menjadi terang dan jernih.

Demikianlah bahwa mengerjakan shalat Subuh di awal waktu memang lebih baik daripada tidur.