Pada akhirnya, kita hanya akan menjelma sebuah kisah yang pernah ada menjadi tiada. Mungkin Allah merasakan ketakutan yang kupunya.

Kini, aku mengerti kenapa Dia memisahkan genggaman kita. Sebab, tiada pahala yang tercipta di sana. Cinta menjadi angkuh dan memberi rasa nikmat pada dosa.

Detik ini, maafkan pernah menjadikanmu prioritas utama. Saat ini, dengan hati-hati kuterima segala ketentuan-Nya. Kembali belajar menjadi luas, belajar untuk ikhlas dan belajar melepas.

Ketika menuliskan ini, maaf aku harus menjauhkan segala tentangmu dalam kepala bahkan mata. Jadi, maaf aku harus menghilangkan segala tentangmu hingga tiada tersisa. Aku terlalu sering melukai Robbku. Dia sungguh sangat pengasih masih mau menerimaku. Menutupi dosaku dan memberi kasih sayang lebih padaku.

Ah, tidak apa-apa menikmati sunyi sendiri. Sebab Robbku tidak akan pernah memintaku pergi dan akan setia menemani.

Advertisement

Sebentar lagi sampai.

Aku tidak perlu mencemaskan apapun. Sebab milikku tidak akan menjadi milik orang lain.

Saat ini di antara kita hanya perlu waktu, tak perlu lagi membahas tentang rindu, tak perlu lagi menikmati segala candu. Di antara kita, Allah sangat tahu bahwa kita hanya perlu saling menjaga, saling mengikhlaskan segala ketentuaan-Nya.

Pertemuan yang pernah kita rayakan, kini biarkan hanya menjadi kenangan. Pertemuan yang menumbuhkan rasa yang belum sesuai dengan syariat Tuhan, biarkan tersimpan dalam ingatan.

Biarlah hari ini kita hanya saling menyapa dalam doa. Agar waktu yang dilewati tidak terbunuh sia-sia.

Salam bahagia