Membangun mindset keberlimpahan atau membayangkan kemakmuran. Membayangkan rezeki yang melimpah dan barokah. Bukan membayangkan kesulitan atau membayangkan rezeki yang mampet. Atau hidup yang penuh dengan nestapa. Tapi mindset yang ditopang oleh keberlimpahan. Spirit keberlimpahan, karena ini adalah pondasi untuk mencapai financial freedom. Jadi kalau mindset kamu tidak dibarengi oleh spirit keyakinan bahwa rezeki ini melimpah, maka hidup kita bisa benar-benar susah.

Keyakinanmu terhadap masa depan punya impact krusial bagi pembentukan nasib.

Kalau mindset kita selalu diliputi oleh keberlimpahan atau keyakinan positif, maka suatu hari kita akan digerakkan oleh invicible hand untuk menuju ke arah yang kita yakini itu. Sebaliknya, kalau mindset kita itu gelap, membayangkan kesulitan, membayangkan masa depan yang suram, penuh dengan ketakutan, dan penuh dengan ketidakyakinan, maka kenyataan masa depan kamu betul-betul sesuai dengan apa yang sedang kamu pikirkan. Kalau kamu berpikir tentang keberlimpahan, maka kamu akan mendapatkan rezeki yang barokah, yang melimpah. Kalau kamu selalu membayangkan kesulitan, kesulitan, dan kesulitan maka hidup kamu memang betul-betul dalam kesulitan.

Menentukan kata dan tindakan

Actionmu atau kata-katamu yang muncul, sebenarnya dipicu oleh alam bawah sadar. Alam bawah sadar kamu dipicu oleh pemikiran kamu. Kalau keyakinan dalam alam bawah sadarmu selalu tidak optimis, selalu membayangkan kesulitan maka action kamu akan merefleksikan itu. Tidak semangat dan tidak yakin karena alam bawah sadar kamu selalu diliputi oleh keragu-raguan oleh ketidakyakinan.

Jadi, rasa optimis dalam diri kamu harus ditumbuhkan, harus dimodifikasi supaya sejalan dengan apa yang akan kita cita-citakan, yakni kebebasan finansial. Jadi kalau rasa optimisnya itu masih abal-abal membuat action kamu, membuat kata-kata yang kamu keluarkan itu merefleksikan keyakinan diri kamu. Membuat mental block.

Apa yang kamu pikirkan dan mengisi benak kamu, itu semua yang akan menjadi kenyataan

Advertisement

Hati-hati apa yang ada dalam benakmu. Kalau kamu selalu diliputi oleh pesimisme, ketidakyakinan dan keraguan. Itu betul-betul akan membuat hidupmu penuh dengan kesulitan. Sebaliknya kalau kamu optimis, yakin dengan masa depanmu maka hidupmu juga akan menjadi lebih WOW.

Mental blok

Mindset dan benak pemikirannya memberikan blok penghalang bagi datangnya keberlimpahan rezeki. Seringkali, orang tanpa sadar sering terkena mental block. Mental block terdiri dari 2 jenis. Jenis pertama yaitu mental block ketidakyakinan atau pesimisme. Kita sering ragu, jangan-jangan kita gagal, jangan-jangan saya tidak bisa beli rumah, jangan-jangan karier saya tidak naik, jangan-jangan bisnis saya akan gagal, dan lain-lain. Keraguan seperti itu sering muncul dalam benak kita. Kita tidak yakin dengan kekuatan diri kita untuk menaklukkan segala tantangan.

Ketika kita mau bergerak untuk mengubah nasib. Belum bergerak saja sudah pesimis. Jangan-jangan saya nanti gagal, jangan-jangan tidak akan berhasil. Itu mentalitas yang akan membuatmu tidak akan bergerak dan sangat berbahaya. Keraguan seperti itu akan membuat kamu fokus pada kesulitan-kesulitan. Ketika orang dihinggapi oleh masalah finansial, dia selalu fokus pada kesulitannya. Kata-kata yang muncul adalah yang berkaitan dengan kesulitan-kesulitan.

Kita kemudian ragu dengan masa depan kita. Dan itu membuat mental blok. Kekuatan kreativitas kamu tidak akan muncul ketika kamu diliputi oleh keraguan seperti itu. Dengan ketidakyakinan seperti itu, potensi kamu yang sebenarnya tidak akan muncul. Dan itu membuat mental block yang powerfull. Musuh terbesarmu bukanlah orang lain, namun dirimu sendiri. Tidak yakin dengan potensimu sendiri, bahwa suatu hari nanti kamu akan sukses.

Mental block yang kedua yaitu sikap sinis terhadap kekayaan. Sering kita melihat di sosial media kata seperti ini "nggak masalah saya miskin yang penting bahagia". Itu agak aneh ya, karena mentalitas miskin menempel dalam dirimu. Kamu mengijinkan kemiskinan merasuk dalam diri, sehingga kamu betul-betul bisa menjadi miskin. Ada lagi seperti ini "ngapain kaya, toh kekayaan tidak akan dibawa mati" Dengan mengatakan seperti itu, kamu justru membangun block. Kamu seolah-olah sinis terhadap kekayaan. Kalimat seperti itu sangat powerfull impactnya karena membuat rasa optimismemu tidak yakin dengan kekayaan, karena kamu seolah-olah menolak kekayaan.

Kedua kalimat seperti itu sering diucapkan di banyak sosial media. Terutama oleh orang-orang yang memang belum kaya. Jadi mungkin orang yang hidupnya pas-pasan untuk menutupi kegelisahan akan hidup pas-pasan, dia mencoba mengucapkan kalimat seperti itu. Kalimat yang sok bijak. Tapi sebenarnya itu sebuah mekanisme untuk menutupi kegalauannya. Hati-hati dengan kalimat seperti itu. Kamu melemparkan aura negatif kepada alam semesta ini, kepada Tuhan yang Maha Kaya sehingga kamu menciptakan satu block.

Kekayaan tidak akan menghampiri kamu kalau kalimatmu seperti itu. Kamu berasumsi bahwa kekayaan itu digunakan hanya untuk foya-foya. Kalau kekayaanmu dipakai untuk kegiatan yang sangat bermanfaat, seperti membangun masjid. Kalau kekayaanmu dipakai untuk memberangkatkan orang tuamu ke tanah suci. Kalau kekayaanmu digunakan untuk membiayai seribu anak yatim sekolah. Kekayaanmu akan dibawa sampai mati, karena sedekahmu ada di mana-mana.

Itu yang namanya mental block sinis terhadap kekayaan. Kalimat-kalimat yang sering muncul di sosial media. Kalimat seperti itu muncul karena kamu tidak pernah meyakini kalau banyak orang, yang bisa kaya dengan cara yang barokah, dengan cara yang halal. Salam sukses!