Jangan remehkan meskipun hanya sepenggal kata. Meskipun ia berdiri sendiri tanpa ada yang menemani, dia akan menjadi kekuatan yang tak bisa dikalahkan. Hal ini terlihat pada puisi, hanya berisan kata yang seakan tidak menyatu akan tetapi memiliki beribu makna yang terpendam di dalamnya, beribu kenangan yang tersimpan di dalamnya, beribu kritik yang menggebu padanya. Selain itu, pada pementasan teater, hanya gerak dan terucap satu dan dua kata, itu saja bisa menggerakkan hati dan meneteskan air mata penonton. Betapa kuatnya sang kata menggema dalam kehidupan.

Nah, Mengapa “Kata” bisa menggelorakan kehidupan? kita memang sering tidak menghiraukan kekuatan akan kata-kata yang bisa menghipnotis manusia. Bagi yang sering melihat Mata Najwa, pasti ia akan terhipnotis dengan rangkaian kata Najwa Shihab ketika menutup acara talk shownya.

Rangkaian kata yang terpadu menimbulkan irama dan makna yang mendalam bagi yang mendengar dan membacanya.

Selain itu, suatu perusahaan yang ingin produk atau jasanya dapat laku di masyarakat, pasti ia akan menggunakan daya pikat melalui rangkaian kata yang indah, padat, dan bermakna. Lihat saya tanyangan iklan di televisi, begitu indahnya dengan kesederhanaan kata yang dirangkai sedemikian rupa.

“Kata” pun bisa mendatangkan bencana ketika seseorang telah salah menempatkannya. seberat-beratnya bencana adalah bencana dari kata itu sendiri. Maksudnya ketika seseorang salah berkata dan kata itu diresapi oleh banyak orang, akan menjadi bumerang bagi yang mengeluarkan.

Advertisement

Memang kata terlihat tidak hidup, akan tetapi bernyawa ketika bersatu padu dalam barisan kata sepadan.