Aku masih di sini, bertemankan memori yang masih tersimpan rapi tentang kita. Kisah yang pernah tercipta berbalut tawa dan bahagia, namun kini tak ada lagi. Waktu dan musim yang berbeda telah memisahkan kita, menyulitkan tuk sekedar bersua.

Langkah kaki kita tak lagi beriringan, keadaan memaksa kita melewati jalan yang tak sama. Dengan cara ini aku mengenangmu. Membiarkan bayang tawa dan wajahmu menguasai pikiranku, sejak sang fajar menampakkan kemilaunya hingga terbenam kembali.

Kupandangin jejak kaki di hamparan pasir, seolah memberitahukan kepadaku, bahwa pasir itu pun mengenangmu. Tentang kita yang pernah membuat jejak yang sama di sini.

Sungguh aku merindukanmu. Harusnya persahabatan kita diabadikan dengan prasasti, bukan di hamparan pasir yang mudah terhapus oleh arus yang selalu datang menghampiri.