Hubungan yang baik dan bahagia, tentu dikarenakan adanya komunikasi yang baik dan berjalan lancar antara kedua pihak. Hubungan yang baik dan bahagia pun, dapat terpancar ketika diantara kedua pihak terdengar dan terlihat ada komunikasi antara satu dan lainnya yang terarah.

Komunikasi… yah komunikasi…

Komunikasi tentunya penting dalam suatu hubungan. Ketika komunikasi itu tidak searah, berjalan sendiri, bahkan ketika salah satu pihak memilih untuk diam, berarti ada suatu permasalahan yang terjadi di antara orang tersebut. Dan semua orang pun tahu bahkan ketika kita melihat 2 anak kecil yang sedang bermain, dan ketika salah satu di antara mereka diam, kita pun tahu salah satu pihak tentunya merasa tidak nyaman, apakah bonekanya diambil, bolanya dilempar ke selokan, atau dimarahi oleh ibu temannya. Bahkan anak kecil tidak mampu menahan rasa sakit dan ketidaknyamanannya dengan menangis sekeras mungkin, ketika ia tak dapat membendung emosi hanya dengan mendiamkan diri.

Kamu, Kamu dan Kamu. Yah kamu orangnya, mengapa kamu begitu bodoh, cuek, dan tidak mengerti ketika aku diam? Apakah hatimu terbuat dari batu? Batu apa? Batu akik kah? Atau dari kayu? Kapan kayu yang mengganjal perasaanmu untuk tidak sadar akan keinginanku itu patah dan rapuh sehingga kau dapat menyadari arti di balik diamku?

Aku terdiam, aku membisu, bukan karena sariawan, bukan juga karena sakit gigi.

Advertisement

Ada keinginan-keinginan dalam hati yang ingin kau perbuat dan kau ungkapkan ketika aku terdiam. Ingin rasanya ketika aku terdiam, engkau memelukku, menanyakanku "Ada apa? Apa salahku? Apa yang membuatmu diam 1000 bahasa? Ada yang ingin Dinda ungkapkan? Ada yang Dinda inginkan? Apa ada yang harus kujelaskan sehingga diammu itu bisa berlalu? Adakah sesuatu kesalahan yang membuatmu begini? Maafkan karena aku mengulangi kesalahanku, aku berusaha untuk tidak mengulanginya lagi. Maafkanlah karena aku membuatmu jadi tak ingin bicara seperti ini, apapun itu aku mencintaimu…….." dan seterusnya. Kalimat-kalimat itu aku butuhkan. Mengertilah.

Kenapa kau begitu cuek dan tidak menyadari bahwa ketika aku diam, aku membutuhkan perhatianmu, aku membutuhkan penjelasanmu, aku membutuhkan SMS-mu, BBM-mu, WhatsApp mu, LINE- mu, telponmu, yang tak henti-hentinya.

Janganlah kau cuek dan terlalu bodoh untuk menyadari keinginanku di balik aku diam 1000 bahasa, karena jikalau aku diam terlalu lama, itu berarti aku mulai terbiasa tanpamu. Cobalah untuk mengerti keinginanku di balik aku terdiam 1000 bahasa. Mengertilah, karena sebenarnya kita saling mencintai.