Yang sedang mengalaminya, sangat bingung. Yang belum pernah mengalaminya, apalagi.. Lebih bingung. Yang sudah pernah mengalaminya, kadang masih bingung juga mengingat dan memikirkannya. Mengalami hal atau kejadian apakah yang dimaksud di sini?

Pertengkaran, ketidak cocokan, ketidak harmonisan, keegoisan, kemarahan, dan kekecewaan dalam suatu hubungan ataupun ikatan rumah tangga. Hmm… sebenarnya yang lebih tepat adalah, semua kondisi yang kita sebut di atas tadi kita tambahkan kata "lagi" di setiap kata nya.

Sebelumnya sangat mesra, sangat cocok, sangat harmonis dan sangat cinta. Itulah yang terjadi. Ketika kita baru saja didera rasa jatuh cinta. Berjuta rasanya.

Tapi sekarang, ketika kita dalam keadaan yang mulai membuat kita tidak senang, tidak puas, tidak nyaman, tidak bahagia lagi dan mungkin tidak cinta lagi, bisakah kita mengingat saat pertama jatuh cinta?

Mengenang awal yang indah, saat saat yang membahagiakan dan perjuangan ketika belum bersama menjadi sepasang kekasih dan menjadi pasangan suami istri, bisa membantu kita menenangkan hati kita di saat kita merasa jengkel, kecewa, sedih ataupun marah dengan pasangan kita.

Advertisement

Kita bisa ukur, seberapa dalam perasaan kita untuk pasangan kita. Lebih banyak sedihkah yang kita alami bersamanya atau lebih banyak senangnya?

Alangkah bahagianya jika lebih banyak senangnya dan kejadian yang saat itu mungkin membuat kita marah bisa dengan gampang sedikit hilang karena tertutup dengan banyak rasa senang tadi.

Bagaimana jika lebih banyak kesedihan dan kekecewaan yang kita rasakan ketika bersama pasangan kita? Cobalah diingat-ingat lagi. Benarkah lebih banyak sedihnya? Marilah kita ulang – ulang lagi mengingat peristiwa sejak awal perkenalan hingga saat ketika kita sedang bertengkar.

Jangan lelah mengingat sampai akhirnya kita yakin bahwa sebenarnya tetap lebih banyak senangnya daripada sedihnya. Ternyata lebih banyak nilai positifnya daripada nilai negatifnya.

Dengan kata lain, pasangan kita tetap orang yang patut dipertimbangkan. Layak dipertahankan.

Ada kepastian yang lebih menguatkan kita jika kita melihat keluar. Di luar sana kemungkinan lebih baik. Tapi kemungkinan lebih buruk juga bisa terjadi. Lebih jelasnya lagi,di luar sana banyak pasangan yang lebih baik tapi banyak juga pasangan yang lebih buruk keadaannya dari pada keadaan kita dengan pasangan kita.

Kita bisa belajar dari pasangan-pasangan di luar sana yang lebih baik ataupun lebih buruk keadaannya dari pada keadaan kita dengan pasangan kita sendiri.

Pembelajarannya adalah, kita mau lebih baik atau kita mau lebih buruk dari mereka.

Apapun alasannya atau permasalahannya, kita tidak perlu membandingkan pasangan kita dengan orang lain yang menurut kita lebih baik. Karena kita sudah memilih. Kita sudah sepakat. Kita sudah terikat dan mengikat janji. Janji kepada diri sendiri, kepada pasangan kita juga kepada keluarga besar kita dan semua orang yang ada di sekitar kita.

Terlebih kita sudah berjanji kepada Tuhan.

Kita harus menjaga dan mempertanggung jawabkan janji kita. Sebagai manusia dewasa yang sudah banyak diberkati Tuhan, kita harus menaati janji kita. Apa yang harus kita lakukan? Apa yang benar kita kerjakan dan apa yang baik kita perbuat.

Tidak memandang siapapun kita, ketika kita dalam kebingungan, ketika kita tidak yakin harus berbuat apa, atau kita terlalu yakin untuk melakukan sesuatu, jangan lupa, mintalah Tuhan turut campur dalam menyelesaikan masalah kita.

Biar Tuhan yang memberi kepekaan kepada kita untuk mengambil keputusan yang benar.

Kita harus berdoa dan membaca firman Tuhan supaya memampukan kita untuk tetap menjadi umat kesayanganNya.

Dan ingatlah, di saat kita dalam kondisi terparah sekalipun dalam suatu hubungan apalagi yang sudah menjadi suami istri terlebih yang sudah memiliki anak, jauhkanlah pikiran atau niat untuk berpisah atau bercerai.

Seperti firman yang kita tahu yang bisa menguatkan kita tertulis, "Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

Semoga kita terus kembali kepada Tuhan dalam menyelesaikan masalah. Permasalahan kita akan hilang asal dengan niat dan iman yang teguh untuk terlebih dahulu berserah kepada Tuhan dan tidak ingin mengecewakan hati Tuhan.

Yang terutama adalah menyenangkan hati Tuhan sebelum kita menyenangkan hati kita sendiri. Semua pasti akan baik baik saja bersama tuntunan Tuhan. # sc #