Merasa memakai topeng? Kamu tidak sendirian. Kita semua memakai topeng dalam kehidupan selama ini, terutama dalam kehidupan sosial kita, hidup bermasyarakat.

1. Topeng?

Pandai-pandai bersikap adalah kesadaran kita yang lain bahwa kita sejatinya tengah mengenakan topeng.

Topeng merupakan istilah personality atau kepribadian yang berasal dari bahasa Yunani. Kita mungkin tidak menyadarinya, tapi jelas kita melakukannya secara sengaja. Setiap hari. Bahasa Yunani untuk topeng adalah persona (πρ σωπον ; pros pon) ; yaitu dia orang yang sama sekali berbeda hari ini. Bagaimana kita memandang diri kita sendiri dan orang lain.

Bagi orang-orang Yunani, dunia adalah sebuah pentas drama dimana kita semua menjadi aktor yang bermain peran diatasnya. Kita melakukannya setiap hari. Di awal hari selagi membuat sarapan untuk keluarga tercinta, kita menciptakan topeng keibuan dengan penuh cinta kasih.

Advertisement

Ketika mengendari kendaraan atau berjalan menuju kampus atau untuk bekerja kita begitu bersemangat. Kemudian kita memakai topeng baru lagi ketika bertemu rekan kerja atau teman-teman di kampus, penuh kebijaksanaan dan sikap ramah tamah. Terutama topeng yang sangat berbeda saat berbicara dengan dosen atau atasan kerja.

Artinya semua orang memakai topeng yang disesuaikan dengan siapa dan dalam situasi seperti apa mereka berhadapan. Menyesuikan diri, mengendalikan diri, pandai-pandai bersikap adalah kesadaran kita yang lain bahwa kita sejatinya tengah mengenakan topeng

2. Memakai Topeng?

Topeng adalah satu bagian dari representasi diri dari identitas kita yang jelas sangat beragam.

Semua orang di dunia adalah aktor yang baik dengan beragam topeng yang dikenakan. Dan itu sudah menjadi sikap alamiah yang terlupakan begitu saja tanpa perlu ditanyakan lagi. Memakai topeng apakah hari ini? Tidak perlu seperti itu.

Karena topeng yang kita kenakan sudah menyamarkan sejatinya kita.Yang akan lepas saat kita tengah sendiri. Suatu sikap yang hanya kita sendiri yang bisa melihatnya.

Topeng adalah satu cara bagi kita untuk melakukan perubahan identitas. Topeng adalah satu bagian dari representasi diri dari identitas kita yang jelas sangat beragam.

3. Topeng Menyembunyikan Identitas

Identitas sejati hanya perlu kita sendiri yang memahami.

Hampir semua superhero di dunia perfilman mengenakan topeng. Kita tentu mengenal sosok spiderman yang mengenakan topeng motif jaring laba-laba dengan mata tajam. Kenapa harus mengenakan topeng?

Tentunya untuk menyadarkan orang-orang di seluruh dunia terutama kita yang notabene senang menonton kisah superhero bahwa seorang Hero dengan karakter yang dimilikinya tengah berusaha menutupi identitasnya sebagai Peter Parker. Seorang pemuda biasa yang sederhana, bahkan bisa dikatakan cupu sehingga jauh dari perhatian publik. Sementara di sisi lain adalah seorang pahlawan yang dikenal di seluruh dunia karena aksi heroiknya yang membasmi ribuan penjahat. Apakah hal tersebut berarti Peter Parker mengidap kepribadian ganda? Tentu tidak. Sudah lain penjelasannya.

Tidak perlu berfikir jauh kearah tersebut, perlu diketahui bahwa topeng adalah satu cara untuk seseorang berubah karena sikap yang ditujukan juga kondisi yang terjadi tengah berubah pula. Topeng tengah mencerminkan kepribadiannya. Identitas sejati kita hanya tersembunyi sementara di balik topeng yang kita kenakan. Sementara orang lain di luar mengenal kita melalui topeng yang mewakili sejatinya kita.

Topeng dengan demikian telah melindungi diri kita dalam interaksi sosial yang setiap harinya kita lakukan. Topeng adalah upaya kita untuk menghadapi situasi yang memaksa kita menjadi orang berbeda supaya kita tetap berada di sana, memfasilitasi penyesuaian hubungan satu sama lain, sekaligus bentuk posisi aman karena kita tentu sadar betul bahwa identitas sejati hanya perlu kita sendiri yang memahami.

5. Memakai Topeng Sudah Menjadi Sifat Alamiah

Salahkah mengenakan topeng?

Topeng adalah apa yang sering kita sebut sebagai sikap menyesuaikan diri menghadapi beragam situasi juga orang yang ditemui. Kepandaian semacam ini merupakan sikap alamiah kita yang sudah terbentuk sejak kita memahami kenapa harus berbakti pada orangtua yang telah membesarkan kita dengan penuh kasih sayang, kenapa kita harus berteman dengan orang-orang disekitar termasuk kenapa harus sopan kepada orang yang berusia lebih tua di atas kita.

Tentunya kita pernah mendengar lirik lagu peterpan: “Buka dulu topengmu!” semacam tuduhan seolah hanya segelintir orang yang mengenakan topeng di dunia ini.

Tentunya kita perlu berpikir ulang: “Apakah ada satu saja orang di dunia ini yang tidak mengenakan topeng?”

Mengenakan topeng bukan berarti kita munafik. Munafik adalah kata yang multitafsir, dalam agama islam saja tuduhan munafik hanya boleh ditujukan pada orang yang berbohong, tidak amanah dan berkhianat. Tidak tepat menyamakan sikap munafik dengan topeng. Topeng adalah apa yang kita kenakan ketika berhadapan dengan orang atau situasi dimana kita mau-tak-mau harus-mau dan harus-bisa pakai Topeng.

Mengenakan topeng mungkin seperti kita sedang bermain drama di atas pentas kehidupan, setiap kita jelas sekali melakukannya setiap hari ; mengenakan topeng kemudian menyesuaikan di situasi semacam apa yang kita hadapi, dan terhadap siapa yang kita temui.

Mengenakan topeng seringkali kita lakukan dalam suatu forum diskusi ilmiah yang memaksa kita mendadak menjadi sok-intelek. Kemudian di forum religi kita mendadak menjadi agamis. Dalam pembahasan percintaan, kita menjadi melankolis. Kita tidak boleh membicarakan cinta dan perasaan dalam suatu forum ilmiah bukan? Dan apakah ketika berkumpul bersama teman-teman sepermainan kita diperbolehkan menjadi sok-keminter sendiri dengan mengangkat topik politik? Kemudian mendominasi dan menggurui?

7. Setiap Kita Memiliki Topengnya Masing-masing

Karena kita semua pakai Topeng. Dan hanya diri kita sendiri yang paling memahami kita semestinya bagaimana bersikap.

Setiap orang pakai Topeng untuk mempertahankan jati diri berikut pengakuan orang lain atas eksistensi dirinya. Setiap kita punya kebutuhan masing-masing, kepentingan masing-masing, sikap yang perlu dirubah semudah air mengalir dalam menyikapi beragam keadaan kehidupan. Semua bisa dimanipulasi. Dibuat-dibuat. Dikendalikan. Disesuaikan.
Sikap baik, sikap buruk, sikap jujur, sikap ramah, sikap kasar, dll.

Mungkin kita bisa kasar, bawel, macam-macam sikap kita di luaran pada teman sepermainan. Namun akankah demikian pula adanya bersikap pabila di rumah? Bicara pada orangtua? Tentu saja tidak. Karena kita semua pakai Topeng. Dan hanya diri kita sendiri yang paling memahami kita semestinya bagaimana bersikap.

"Dibawah sinar aku dapat melihatmu, bahwa kau hanyalah orang dengan seribu topeng.." (Sherina – Seribu Topeng)