Salah satu tantangan generasi muda sekarang yaitu melepas bayang-bayang generasi sebelumnya. Generasi pendahulu jaman Soekarno bisa membangun prestasi yang dikenang bukan hanya usaha pribadi semata. Namun, juga usaha sekian ribu rakyat yang punya tujuan sama yaitu merdeka. Zaman berganti hingga mengganti generasi. Hingga tiba pada generasi orang tua para anak-anak muda zaman sekarang. Taruhlah yang menjadi representasi generasi orang tua ini ialah Jokowi.

Bisa dibaca di biografi beliau, bagaimana seorang Jokowi berjuang dari nol untuk meraih posisinya sekarang ini. Dari seorang anak tukang kayu menjadi juragan kayu terus hingga menjadi presiden. Hal yang sama juga terjadi dengan orang tua generasi muda saat ini. Kebanyakan mereka sekarang mengisi pos-pos penting jabatan dalam masyarakat. Kebanyakan berumur 40-55 tahun. Tak semua sih, tapi hampir mayoritas jabatan penting dipimpin oleh generasi usia 40-54 tahun.

Mereka para orang tua punya tujuan yang hampir sama yaitu mengisi kemerdekaan. Kebanyakan dari mereka pada awalnya ingin memperbaiki kondisi yang serba kurang. Coba tanya ke bapak-ibu kalian, betapa susahnya hidup di jaman dulu. Bahkan nasi pun menjadi barang mahal di jaman itu.

Nah, sebentar lagi setidaknya 15-20 tahun ke depan zaman akan berubah. Generasi akan beralih ke generasi muda sekarang. Sekarang mungkin kalian berusia 20-30 an tahun dan belum jadi apa-apa. Namun, 15-20 tahun mendatang menjadi ajang pembuktian seperti apa bangsa Indonesia. Menjadi beban sekaligus tantangan.

Yah, bagi yang merasa usianya 20-30 tahun mulailah sadar bahwa cerita bangsa Indonesia ke depan milik kalian. Jelas bayang-bayang Jokowi dan orang tua akan menghantui, tapi tak usah takut. Mulai kerja keras dari sekarang. Belajar menjadi pemimpin. Hindari kegalauan yang gak penting. Jadilah generasi muda anti alay yang kerjaannya hanya pamer foto selfie.

Advertisement

Jika generasi Soekarno berhasil memberi kemerdekaan. Generasi Jokowi dan orang tua memberi warna demokrasi (meski dengan banyak catatan sih) untuk bangsa. Nah, apa warna yang akan dipersembahkan generasi muda ke depan?

Susah kan buat mendefinisikan. Dulu orang tua kalian untuk makan nasi aja susah. Beda dengan sekarang, nasi sudah menjadi makanan pokok yang mudah didapat. Yang lebih jelas tentu masalah teknologi. Mereka para orang tua di usia muda tak mengenal barang yang namanya gadget. Televisi pun begitu mewah untuk ukuran zaman dulu. Meski sekarang para orang tua sudah pada pegang gadget, tetap tak akan 100% menggunakan fitur yang tersedia selayaknya anak muda.

Generasi muda zaman sekarang kebanyakan juga lahir dari kelas menengah. Beda dengan mereka, generasi tua sekarang. Mereka lahir dari keluarga yang serba kekurangan. Seperti yang sudah dijelaskan tadi di atas, mereka berjuang untuk memperbaiki nasib. Yang perlu dicatat juga mereka sudah menikmati kemerdekaan dari penjajahan.

Perjuangan generasi tua dengan generasi muda zaman sekarang jelas beda meski sama-sama sudah menikmati kemerdekaan dari penjajahan. Misalnya saja tentang awal permulaan perjuangan generasi tua. Istilah kerennya “memulai dari nol”. Jelas beda mereka yang memulai dari nol dengan kalian, generasi muda saat ini. Generasi muda saat ini dilahirkan dengan kondisi yang lebih baik dari zaman dulu. Tentunya istilah "memulai dari nol" zaman sekarang beda dengan dulu. Bukan berarti zaman dulu lebih berat, tapi tantangan setiap zaman yang beda.

Iya beda, generasi muda sekarang tidak hanya dituntut memperbaiki nasib, tapi juga mengembangkan ide. Loh iya…sekarang dengan mudahnya akses internet melihat, mengamati, menilai banyak hal yang terjadi di luar lingkungan keseharian. Bahkan melewati batas-batas geografis. Isu-isu internasional macam Palestina, pemilihan Presiden Amerika Serikat hingga tontonan liga-liga sepakbola dunia begitu mudah diakses. Pekerjaan-pekerjaan zaman dulu yang gak ada macam pengamat bola, pengamat dunia internasional, hingga pandit dalam sepak bola begitu menjamur. Dulu mana ada pengamat jadi pekerjaan.

Ada juga yang lagi nge-trend, bisnis online. Sekarang segala macam serba online. Tinggal duduk dalam kamar, ngadep laptop, modal kuota data sekaligus modem, udah uang ngalir ke rekening. Iya, seperti itu generasi muda sekarang. Tak ada yang salah, karena memang seperti itu zamannya. Generasi muda sekarang sudah berpikir jauh melebihi batas geografisnya. Mengembangkan ide dan kreatifitas menjadi kunci dari zaman ini. Dengan ide dan kreatifitas itu, kata sebagian pakar merupakan menggerakkan generasi muda melewati generasi sebelumnya.

Mungkin salah satu dari kalian akan mencalonkan diri menjadi presiden di masa depan. Bukan mustahil, Pemilu di zaman itu tinggal klik aja lewat gadget. Selisih satu jam, hasilnya sudah ketahuan. Hehe…

Ya okelah, terserah sekarang kalian mau jadi apa di usia kemerdekaan yang baru 71 tahun ini, tapi masa depan kalian harus siap menjadi apapun yang dibutuhkan bangsa ini. Setidaknya di usia 100 tahun kemerdekaan, kalian harus siap. #MerdeKamu