Di umur-umur menginjak kepala dua, kita yang sedang belajar menata hidup, belajar memahami karakter orang, dan belajar bersosialisasi akan selalu menemui problem-problem kecil yang kelihatannya sangat sepele tapi bisa menimbulkan akibat yang sangat fatal.

Contoh saja, ketika kita memutuskan untuk meminta pendapat mengenai judul skripsi yang tidak sesuai minat, atau memilih jenis part time yang sebenarnya tidak sesuai dengan passion, atau bisa juga meminta pendapat teman mengenai menikah muda atau menikah setelah mapan.

Salah-salah mengambil langkah, malah saran yang kita jalankan, menjadi boomerang untuk langkah ke depan.

Nah kali ini Hipwee mencoba memberi saran yang telah dipikir matang-matang untuk kalian yang terkadang bingung harus menuruti saran siapa, saat diri kalian benar-benar membutuhkan jalan keluar yang tepat.

Fikirkan matang-matang

Advertisement

Mungkin memang bukan hak kita menentukan takdir atas setiap keputusan yang kita ambil, tapi ada baiknya sebelum menuruti saran teman, fikirkanlah sekali lagi dengan beberapa pertimbangan terbaik yang telah kalian lakukan sebelumnya.

Ajak orang tua berdiskusi

Disadari atau tidak, saat kita sedang mengalami kebimbangan atau kebingungan, Mama Papa kita adalah orang yang paling memiliki naluri kuat untuk menilai kondisi psikis kalian. Tidak mesti lewat tatap muka langsung, dengan hanya mendengar suaramu saja, orang tuamu pasti tau kondisi hati dan fikiranmu.

Jelaskan secara gamblang apa kendala yang kalian alami, apa yang kalian inginkan setelah itu dan tanyakan bagaimana pendapat mereka terhadap masalah yang dihadapi. Nasihat dari orangtua biasanya tidak pernah meleset karena mereka tau yang terbaik untuk kamu.

Curhatlah pada orang yang paling kamu percayai

Stop mengumbar kebingungan kamu dengan mengupdate status di akun sosmedmu, apapun itu. Melegakan, tapi setiap orang hanya akan tau masalahmu, tak sedikit yang tertawa sinis dan menganggapmu memalukan karena tidak mampu menyelesaikan masalah secara dewasa.

Ceritalah pada orang yang paling kamu percayai, bisa sahabat, kakak atau pacar, yang penting mereka memang terbukti satu-satunya orang yang selalu ada untuk kamu kala susah dan senang.

Take the risk

Setelah dirasa kamu sudah cukup dalam kategori berfikir maka kemudian bertindaklah. Action and promise to take the risk. Jangan cuma omongan semata.

Setiap konsekuensi apapun yang akan kamu dapatkan, inilah hidupmu. Jangan menyalahkan saran orang lain, yang kamu anggap menggagalkan rencanamu. Karena kamu sendiri yang meminta, tapi kamu juga yang harus siap dengan segala ketentuan yang kamu dapat, jika menurutinya.

Nah semoga ini bisa membantu kalian yang sedang kebingungan memutuskan sesuatu.