Rahasia dari sebuah hati adalah bagaimana merasakannya. Secara sederhana adalah meninggalkan hal-hal yang membuat hati tidak tenang dan mengerjakan hal yang membuatnya nyaman. Hati pada tulisan ini kita katakan saja sebagai sesuatu yang mengeluarkan rangsangan bernama rasa (jika menjadi kata sifat) atau perasaan (jika menjadi kata benda).

Coba bedakan bagaimana perasaan kita ketika kita sedang mencuri dengan kita sedang memberikan makan orang yang kelaparan? Atau misalnya membunuh keluarga atau menyakiti anak dengan membahagiakan keluarga atau memberi kasih sayang kepada anak. Tentu perbedaan yang kita rasakan sangat jelas.

Jika saja semua orang menggunakan perasaan baiknya dalam bertindak dan berkehidupan niscaya tidak ada yang namanya kegelisahan di dunia ini. Lihatlah orang Amerika yang dengan nikmatnya bekerja dan ia menikmati hasil dari kerja kerasnya. Dan banyak di antara manusia mungkin juga di negara kita yang taat beribadah namun sering kali hati kita tidak tenang, perasaan kita gundah gulana.

Apa demikian yang menyebabkan itu semua?

Tentu kita harus bertanya pada diri kita sendiri. Jika kita sudah beribadah dan hati kita masih tidak tenang itu artinya ada hal yang harus kita perbaiki dari diri kita. Kita belum benar-benar menyelami ibadah karena keterpurukan ekonomi atau hal-hal lain yang membuat individu tersebut merasa tidak tenang. Lantas apa yang harus kita perbuat untuk menanggulangi hal tersebut?

Advertisement

Tentu saja kita harus perbaiki diri terlebih dahulu. Kita cari sumber dari ketidaktenangan tersebut. Jika ekonomi yang menjadi sumbernya maka berusahalah untuk membuat diri kita terbebas dari kemiskinan tersebut. Sebenarnya apa definisi dari kemiskinan?

Kemiskinan dari sisi psikologinya adalah ketika kita sudah mempunyai sesuatu namun sesuatu hal tersebut belum sepenuhnya kita miliki. Misalkan anda membeli beras akan tetapi anda tidak mempunyai uang untuk membeli lauk. Karena itu, anda menggerutu sepanjang hari. Anda menggerutu ketika proses memasak beras menjadi nasi. Anda mengeluh saat anda mulai memakannya.

Seolah-olah kehadiran nasi di depan anda tidak berarti sama sekali. Sehingga meskipun anda memilikinya saat itu, akan tetapi anda tidak sepenuhnya mengharapkannya. Karena itu, bersyukur itu sangatkah penting. Ingat bersyukur yang benar-benar bersyukur dari dalam hati karena hati tidak akan pernah bisa berbohong kepada anda. Anda merasakannya sendiri.

Bersyukur sangatlah penting agar anda benar-benar memiliki barang yang sudah nyata di depan anda. Dengan benar-benar memiliki hati maka anda akan menjadi tenang. Kaya adalah memiliki sesuatu. Ketika hati anda sudah terisi dengan barang-barang anda miliki secara tersirat anda telah bersyukur. Oleh karena itu, jangan sampai anda kaya tetapi barang-barang tersebut tidak bisa masuk ke dalam hati anda. Karena ketika barang-barang tersebut tidak masuk ke hati anda, maka pada hakikatnya anda miskin.