Sampai saat ini aku selalu teringat bayangmu, nenekku. Karena kau lah yang telah memberiku semangat untuk hidup di dunia ini. Meski nenekku sudah tidak ada, tapi kenangan dan amanatmu akan selalu kuingat sampai kapanpun.

Apakah nenek baik-baik di sana?

Hanya doa yang bisa kupersembahkan untukmu, nek. Jujur sampai sekarang kalau aku melihat ada orang tua aku langsung teringat padamu, nek. Sempat teringat saat terakhir denganmu, aku tidak ada hentinya meneteskan air mata.

Kejadian itu 2 tahun yang lalu, nenekku tiba-tiba lemas dan demam tinggi. Nenek langsung dibawa ke rumah sakit dan didiagnosa penyakit diabetes basah, akhirnya nenekku opname selama 1 bulan penuh. Karena terbentur biaya rumah sakit yang sangat mahal, nenekku mau tidak mau harus pulang karena keluargaku tidak mampu dan cuma bisa membeli obatnya saja.

3 hari dalam 1 minggu keluargaku memangil perawat untuk memeriksa lukanya yang tidak kering-kering, hingga berjalan 1 bulan aku mencoba untuk merawat nenekku sendiri karena sudah melihat perawat itu merawat nenek. Akhirnya aku memutuskan untuk bilang ke keluargaku "tidak usah memanggil perawat lagi, aku bisa kok cuma begitu doang." Aku merawat nenek selama 1 bulan, setiap hari pagi malam pagi lagi dan seterusnya sampai hari h itu nenekku mengalami masa kritis.

Advertisement

Aku tidak ada di sampingnya pada saat itu karena aku diundang untuk hajatan selamatan. Ada temanku menjemputku memberitahukan bahwa nenekku sedang kritis, akhirnya aku tanpa pikir panjang langsung pulang. Sesampainya di rumah, nenekku masih ada dan berpesan lagi kepadaku "nak, yang sabar ya. Hidup di dunia ini harus sabar dan ikhlas", "iya nek, jangan bicara lagi. Nenek tidur saja." Tangannya kupegang tapi terasa dingin. Ya Tuhan, nenekku sudah pergi pada waktu itu. Aku butuh pundak untuk sandaran dan menangis sekencang-kencangnya, tapi apa daya Tuhan lebih sayang nenekku.

Terima kasih nenek, aku akan selalu mengingat segala amanahmu. Hanya doa yang bisa kuberikan. Selamat jalan, nek, semoga nenek baik-baik di sana, di surga.

Sabar dan ikhlas? Apakah kita bisa sabar? Apakah Kita bisa ikhlas?

Semua manusia pasti punya masalah, entah itu masalah yang besar atau kecil. Semua masalah itu pasti ingin cepat-cepat selesai, kuncinya menurutku ada dua yaitu sabar dan ikhlas. Namun apakah kita semua bisa ikhlas melihat orang yang kita cintai sudah tidak ada di dunia ini atau diselingkuhi, semua itu harus ditempuh dengan hati yang ikhlas dan sabar.

Berkat amanat nenekku, aku sekarang bisa mengontrol diri ini supaya tidak berlebihan menghadapi masalah-masalah dalam hidup di dunia yang fana ini.

Mudah-mudahan cerita pendekku ini bisa menjadi pelajaran untuk tetap bisa sabar dan ikhlas.