Tidak ada manusia yang sempurna, kata pepatah. Walaupun, Tuhan telah mengatakan, jika manusia adalah ciptaan-Nya yang paling sempurnadan paling baik dari semua ciptaan-Nya.

Normal adalah kata yang sering saya dengar ketika mereka yang tidak tahu menyebut saya adalah penyandang disabilitas. Saya mengatakan, “Saya penyandang disabilitas, kadang harus berjalan dengan kaki dan tongkat, kadang saya harus berjalan dengan kursi roda saat saya lelah”. Orang lain mengatakan< “Saya normal, saya tidak memiliki kekurangan apapun, saya bisa berjalan, saya bisa melihat, saya bisa mendengar”. Sedangkan dokter yang mengatakan, normal adalah kondisi seorang yang tidak sakit.

Bukan saya tidak senang dengan orang “non-disabilitas” yang menyebut mereka dengan kata normal. Mungkin karena saya sudah kebal dengan kata-kata itu. Namun banyak teman-teman saya yang adalah penyandang disabilitas yang kadang perasaannya masih sensitif, sehingga akan merasa risih jika ada orang non disabilitas yang menyebut diri mereka normal, dan menyebut kami non disabilitas dengan kata cacat. Kata cacat bagi kami adalah hal yang sangat tidak enak didengar, seolah-olah kami adalah barang yang hina dan tidak ada artinya.

Walaupun kami seorang penyandang disabilitas, kami juga normal, kami tidak gila, kami sehat, kami bisa bekerja, sekolah dan melakukan aktivitas seperti kalian, ya walaupun kami melakukan kegiatan itu harus dengan merangkak, dengan kursi roda kami, dengan tongkat kami dengan susah payah, namun kami juga bisa seperti kalian.

Tulisan saya ini bukan untuk melakukan profokasi atau memperkeruh suasana. Kami hanya ingin dianggap sebagai manusia yang sama seperti kalian, kami memang tidak punya kaki, tangan, kami tidak bisa melihat, mendengar, berjalan, namun kami ingin seperti kalian, hidup normal dengan pandangan normal di hadapan kalian. Menanusiakan manusia.

Advertisement

Dalam mencari pekerjaan kadang saya kesulitan dengan persyaratan “sehat jasmani dan rohani”. Saya sebagai penyandang disabilitas, jasmani saya sehat, saya tidak memiliki penyakit kronis atau yang mematikan. Dalam rohani saya juga tidak ada masalah, saya bisa berfikir, saya tidak memiliki gangguan jiwa, saya juga memiliki agama (walaupun ibadahnya belum baik). Saya tahu Tuhan itu ESA.

Jadi, apakah saya tidak normal?

He, salam kenal.

Ndaru