KISAH SEORANG SAHABAT DI PANTAI KENANGAN

Pantai adalah salah satu tempat wisata yang indah. Waktu dan suasana pantai yang paling menyenangkan adalah ketika petang hari saat warna senja menguning kemerah-merahan seolah-olah menawarkan kesejukan dan ketenangan. Irama hempasan ombaknya seperti menghantam kepenatan setelah beraktifitas dari pagi. Sambil memandangi matahari terbenam aku melangkahkan kakiku di pesisir pantai kulihat desiran arus ombak mendayu-dayu di tepi pantai seakan mengajak kita untuk basah tak jarang desiran itu menyentuh kakiku. Pantai sering menjadi saksi dari perhubungan seseorang baik itu sepasang kekasih, anak-anak dan orang tua nya, pantai juga menjadi saksi dari sejarah persahabatan. Sejarah yang ku ukir disini adalah kisah persahabatan.

Dari kata sahabat aku jadi teringat tentang sebuah lagu "persahabatan.. bagai kepompong. Selalu berubah menjadi kupu-kupu". Disini dalam langkahku yang sepi kembali teringat memori silam saat aku dan sahabat-sahabat merayakan kelulusan SMA enam tahun yang lalu. Di waktu petang sehabis corat-coret seragam dan konvoi, kami duduk di pinggir pantai sambil minum air kelapa muda. Kami saling bercerita tentang "rencana" visi dan misi kami berbeda mimpi kamipun berbeda. Kami sama-sama memiliki dua kaki tapi langkah kami sering kali berbeda arah, tetapi dari yang berbeda itulah keindahannya terlihat seperti pelangi. Hanya satu kata penyatu untuk kami "sahabat".