Senja yang terpendam seperti perasaan Kepada senja yang hadir dengan warna indahnya menghiasi kesempurnaan langit. Membuat hari yang ku jalani seakan menyapa ku lewat warna mu yang membuat ku kembali mengingat perasaan yang terpendam Kamu, orang yang membuat ku mengenal arti senja dari sisi yang berbeda. Dan kamu juga yang membuat ku mengerti betapa perihnya melihat senja yang akan menghilang seiring waktu berganti.

Ah, kamu. Aku masih bisa merasakan debaran ini jika melihat senja, perasaan yang kamu rasa atas nama 'pertemanan' yang aku rasakan adalah lebih dari pertemanan, cinta mungkin. Setiap melihat senja seakan aku melihat kebahagiaan yang kamu tunjukkan. Melalui matamu saja aku bisa melihat senja dari bingkai yang berbeda.

Sore, senja di tengah kota kamu beberapa kali kamu menunjukkan kesempurnaan senja yang jauh lebih indah jika aku melihat nya bersamamu. Berdua kita menyaksikan lukisan langit yang tiada duanya. Senja yang bersembunyi dan tergantikan oleh warna langit yang berbeda, seperti itu jugalah perasaan ku yang terpendam untukmu. Bukan aku ingin selalu memendam nya, tapi aku ingin selalu seperti ini tanpa kata jauh.

Aku nyaman dengan keadaan kita sekarang, meskipun setiap senja kamu membicaran seseorang yang terpendam di hati mu selama 5 tahunan ini. Bukan kah aku pendengar yang baik? Seharusnya kamu bisa mempertimbangkan aku, bukan hanya teman mu untuk melihat senja dan mendengarkan cerita wanita mu itu. Kamu bisa jadikan aku kelak teman berbagi cerita di masa depan, kelak. Ah iya, aku harusnya gak berharap lebih dari sekedar 'teman'. Menjadi teman senja mu saja ada kebahagiaan tersendiri untuk ku.

Tapi apa salahnya aku berharap menjadi pengganti wanita yang setiap senja kamu ceritakan kepadaku? Anggap aku wanita egois yang memikirkan kemauan ku sendiri tanpa memikirkan perasaanmu. Tapi jujur, senja yang kamu perlihatkan ke aku membuat ku menaruhkan sejuta harapan untuk membuat aku dan kamu menjadi kita. Boleh kah aku berharap suatu hari nanti kita menatap senja sembari bercerita tentang masa depan kita kelak?

Advertisement

Pikiran ku terlalu jauh, aku takut berharap tapi kedekatan aku dan kamu membuat ku berharap tanpa kejelasan yang aku sendiri tak tau dimana bisa aku mendapatkan kejelasan tersebut. Senja sendiri saksi bisu perasaan terpendamu yang aku simpan baik-baik di dasar hati ku untuk mu. Entah sampai kapan tersimpan atau akan ada sesuatu yang akan membuatnya terungkap. Aku gak tau. Kamu, seperti senja yang terlihat indah tapi tak bisa di sentuh.

Nyata tapi susah di jangkau. Terimakasih untuk senja yang selalu kamu perlihatkan ke aku. Senja yang terpendam seperti perasaan Kepada senja yang hadir dengan warna indahnya menghiasi kesempurnaan langit. Membuat hari yang ku jalani seakan menyapa ku lewat warna mu yang membuat ku kembali mengingat perasaan yang terpendam Kamu, orang yang membuat ku mengenal arti senja dari sisi yang berbeda. Dan kamu juga yang membuat ku mengerti betapa perihnya melihat senja yang akan menghilang seiring waktu berganti.

Ah, kamu. Aku masih bisa merasakan debaran ini jika melihat senja, perasaan yang kamu rasa atas nama 'pertemanan' yang aku rasakan adalah lebih dari pertemanan, cinta mungkin. Setiap melihat senja seakan aku melihat kebahagiaan yang kamu tunjukkan. Melalui mata mu saja aku bisa melihat senja dari bingkai yang berbeda. Sore, senja di tengah kota kamu beberapa kali kamu menunjukkan kesempurnaan senja yang jauh lebih indah jika aku melihat nya bersamamu.

Berdua kita menyaksikan lukisan langit yang tiada duanya. Senja yang bersembunyi dan tergantikan oleh warna langit yang berbeda, seperti itu jugalah perasaan ku yang terpendam untuk mu. Bukan aku ingin selalu memendam nya, tapi aku ingin selalu seperti ini tanpa kata jauh. Aku nyaman dengan keadaan kita sekarang, meskipun setiap senja kamu membicaran seseorang yang terpendam di hati mu selama 5 tahunan ini. Bukankah aku pendengar yang baik?

Seharusnya kamu bisa mempertimbangkan aku, bukan hanya teman mu untuk melihat senja dan mendengarkan cerita wanitamu itu. Kamu bisa jadikan aku kelak teman berbagi cerita di masa depan, kelak. Ah iya, aku harusnya gak berharap lebih dari sekedar 'teman'. Menjadi teman senja mu saja ada kebahagiaan tersendiri untuk ku. Tapi apa salahnya aku berharap menjadi pengganti wanita yang setiap senja kamu ceritakan kepadaku?

Anggap aku wanita egois yang memikirkan kemauanku sendiri tanpa memikirkan perasaanmu. Tapi jujur senja yang kamu perlihatkan ke aku membuat ku menaruhkan sejuta harapan untuk membuat aku dan kamu menjadi kita. Boleh kah aku berharap suatu hari nanti kita menatap senja sembari bercerita tentang masa depan kita kelak? Pikiran ku terlalu jauh, aku takut berharap tapi kedekatan aku dan kamu membuat ku berharap tanpa kejelasan yang aku sendiri tak tau dimana bisa aku mendapatkan kejelasan tersebut.

Senja sendiri saksi bisu perasaan terpendamu yang aku simpan baik-baik di dasar hati ku untuk mu. Entah sampai kapan tersimpan atau akan ada sesuatu yang akan membuatnya terungkap. Aku gak tau. Kamu, seperti senja yang terlihat indah tapi tak bisa di sentuh. Nyata tapi susah di jangkau. Terimakasih untuk senja yang selalu kamu perlihatkan ke aku. Lewat senja aku menyimpan perasaan indah untuk mu, meskipun kamu tak menyadari nya. Seperti senja yang hanya sementara, kamu.

Lewat senja aku menyimpan perasaan indah untukmu, meskipun kamu tak menyadarinya