Lingkungan adalah suatu entitas yang tidak dapat dibagi. Setiap unsur dalam lingkungan membentuk suatu sistem yang saling berkaitan. Keterkaitan ini membentuk suatu hubungan saling mempengaruhi antar setiap unsur lingkungan. Hal paling nyata dari hubungan ini adalah pengaruh lingkungan terhadap kehidupan manusia. Kondisi fisik lingkungan sangat mempengaruhi manusia baik secara fisik maupun non fisik. Kondisi lingkungan yang baik memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia. Begitu pula sebaliknya, kondisi lingkungan yang buruk akan mengganggu keberlangsungan hidup manusia.

Beberapa puluh tahun belakangan ini sedang terjadi suatu fenomena kerusakan alam yang tidak kasat mata tapi keberadaannya sangat berpengaruh pada kondisi manusia, yaitu perubahan iklim. Fenomena ini sudah diprediksi semenjak awal revolusi industri di Inggris, tapi perwujudannya baru kita rasakan akhir-akhir ini.

Salah satu akibat buruk dari perubahan iklim adalah terganggunnya kesehatan manusia baik fisik maupun psikis. Pada fenomema perubahan iklim, kasus-kasus penyakit semakin bertambah banyak dan penanganannya semakin rumit. Misal saja, penyakit demam berdarah yang terjadi akibat banyaknya genangan air akibat daratan tidak siap menerima limpahan air hujan pada saat cuaca ekstrim yang mengakibatkan hujan lebat terus-menerus.

Lalu, apa hubungan perubahan iklim dengan kesehatan manusia?

Perubahan iklim menyebabkan banyak masalah lingkungan. Hal yang sudah mulai terjadi adalah fenomena es di kutub-kutub bumi meleh yang menyebabkan permukaan air naik sehingga menyebabkan banjir. Ditambah lagi cuaca ekstrim yang belakangan ini sering terjadi. Misalnya saja, musim kemarau yang berkepanjangan, gelombang panas yang meningkatkan suhu udara secara ekstrim dan hujan lebat yang sering sekali terjadi. Kondisi-kondisi ini menimbulkan banyak sekali permasalah lingkungan yang berdampak pada kesehatan manusia.

Advertisement

Di Indonesia yang beriklim tropis ini, pada musim kemarau berkepanjangan adalah kondisi yang sangat baik bagi perkembangan bakteri, virus, jamur dan parasit karena kelembaban udara pada musim kemarau cukup tinggi. Mikroorganisme tersebut tumbuh dengan sangat subur dan dapat bertahan hidup lebih lama. Kondisi ini menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan bakteri dan udara semakin banyak terjadi, seperti penyakit kulit akibat jamur. Selain itu, udara yang hangat adalah pertanda bagi bunga untuk melakukan penyerbukan. Umumnya, orang alergi dengan benda-benda kecil seperti serbuk bunga. Sehingga, kondisi ini menyebabkan peningkatan penyakit akibat alergi meningkat.

Perubahan iklim juga menyebabkan cuaca ekstrim dan sulit ditebak. Di satu wilayah, bisa saja terjadi hujan terus-menerus yang disertai dengan angin kencang dan menyebabkan banjir. Sementara di wilayah lain terjadi kemarau berkepanjangan hingga mengeringkan sawah, ladang dan sumber-sumber air masyarakat. Belum lagi suhu ekstrim yang disebabkan terik matahari dapat membakar kulit.

Cuaca ekstrim seperti hujan kencang yang terjadi terus-menerus akan menyebabkan banjir jika daratan tidak siap menampung limpahan air yang banyak. Kondisi banjir menyebabkan lingkungan kotor dan menjadi lingkungan yang sangat baik bagi sarangga dan nyamuk penyebar penyakit untuk hidup dan bereproduksi. Dengan kondisi seperti ini, kasus penyakit seperti malaria dan demam berdarah dengue akan sangat banyak, sampai pada titik endemik. Sementara kondisi ekstrim lingkungan mempengaruhi daya tahan tubuh manusia sehingga mudah terserang penyakit. 

Sedangkan kemarau, akibat peningkatan suhu bumi terus-menerus dapat menyebabkan kebakaran semak dan hutan. Asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan akan mencemari udara yang juga berdampak pada kesehatan pernapasan manusia. Dalam kondisi tersebut akan sering ditemukan kasus-kasus seperti infeksi pernapasan.

Sementara kesehatan manusia terancam akibat penyebaran penyakit, perubahan iklim menambah daftar buruk ini. Sementara itu, iklim dan cuaca juga mempengaruhi kualitas pangan dan air di beberapa daerah. Cuaca dan iklim yang buruk akan menurunkan kualitas air dan pangan. Dan tentunya juga akan memengaruhi kesehatan manusia. Karena manusia membutuhkan asupan gizi untuk daya tahan tubuh agar dapat bertahan dari serangan penyakit-penyakit tersebut.

Penyakit dan kondisi lingkungan sangat berhubungan dengan kondisi psikis manusia. Penyebaran penyakit sampai menjadi endemik akan membatasi gerak dan kegiatan manusia. Termasuk kondisi lingkungan yang buruk. Orang menjadi lebih mudah tertekan pada kondisi lingkungan yang tidak sehat. 

Lalu?

Sebenarnya, cara efektif agar kesehatan kita tidak terganggu akibat perubahan iklim adalah dengan menghentikan laju perubahan iklim. Caranya dengan melakukan upaya-upaya mitigasi. Akan tetapi hasil dari upaya-upaya ini baru akan kelihatan belasan tahun kemudian, sementara pemanasan global sedang terjadi dan dampaknya kelihatan nyata. Itulah kenapa perlu dilakukan suatu aksi penyesuaian diri terhadap dampak-dampak perubahan iklim yang biasa disebut sebagai aksi adaptasi. 

Ada beberapa aksi adaptasi yang dapat dilakukan, misalnya adalah penghematan penggunaan air agar pada musim kemarau berkepanjangan kita tidak mengalami krisis air bersih. Karena air bersih sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh manusia. Mengingat penggunaan air bersih tidak hanya di luar tubuh manusia tetapi juga sampai pada konsumsi ke dalam tubuh manusia. Pertahanan penyakit dari dalam tubuh lebih efektif daripada sekedar mengobati.

Di beberapa daerah Indonesia ada teknologi sederhana yang dilakukan oleh masyarakat untuk melakukan penghematan air ini, yaitu membangun embung-embung penampungan air. Cara kerja teknologi ini adalah pada musim hujan, air yang jatuh ke bumi akan tertampung dan tersimpan dalam embung. Lalu, pada musim kemarau air-air yang tersimpan dalam embung akan dialirkan ke sawah, ladang, dan rumah-rumah warga.

Lalu, untuk penyakit-penyakit yang berbahaya seperti malaria dan demam berdarah, akan sangat efektif jika kita menghambat penyakit dari awal terbentuk. Biasanya penyakit-penyakit ini timbul dari lingkungan yang kotor. Jadi, kita perlu memastikan lingkungan rumah kita bersih. Pastikan tidak ada genangan air atau aliran air yang tersumbat agar tidak ada jentik nyamuk dan nyamuk yang berkembang biak. Biasanya, orang-orang di pedesaan menggunakan kelambu pada saat tidur agar tidak digigit nyamuk. Atau bisa juga dengan cara menanam tumbuhan yang dibenci nyamuk seperti bunga Geranium di pekarangan rumah.

Untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, saat ini Pemerintah sedang melakukan perbaikan kualitas fasilitas layanan kesehatan dengan memperbaiki infrastruktur, fasilitas, dan pelayanan kesehatan. Dan untuk mengakses pelayanan kesehatan ini, Pemerintah membebaskan biaya bagi masyarakat melalui program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS). Sekalipun Pemerintah sudah menyediakan fasilitas layanan kesehatan bagi masyarakat, kita tidak bisa bertumpu seratus persen. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Masyarakat juga perlu melakukan sesuatu, misal memastikan lingkungan sekitar bersih agar siap menghadapi kemungkinan cuaca ekstrim, baik hujan lebat maupun kemarau berkepanjangan.