Bermodalkan kertas dan kreatifitas tinggi, Levia Indaka seorang mahasiswa Universitas Brawijaya mampu menjadikan kertas menjadi barang yang mempunyai nilai tinggi dan menarik perhatian banyak kalangan usia. Berawal saat ia mempunyai keinginan untuk memberikan sebuah kado kepada temannya, muncullah sebuah ide untuk membuat scrapbook. Usaha scrapbooknya sampai saat ini sudah mencapai omset jutaan rupiah. Mau tahu apa aja tipsnya?

1. Lakukan hal yang kamu sukai

Levia yang dari kecil memang sudah suka berjualan menjadikannya memiliki pengalaman gagal berkali-kali dalam usahanya. Hingga saat SMA, ia mempunyai ide untuk memberikan sebuah scrapbook sebagai kado kepada temannya. Ia mulai belajar otodidak membuat scrapbook dari internet dan hasilnya banyak yang menyukai hasil scrapbooknya. Lalu tercetuslah ide membuat usaha scrapbook yang sukses sampai saat ini. "Sebenarnya membuka bisnis itu mudah, coba lihatlah apa yang diperlukan sekitarmu. Hanya bermodalkan niat, usaha, dan kerja keras, bisnis bisa membawa sebuah kesuksesan!"

2. Carilah peluang dan kesempatan

Mulai dari mencari berbagai macam bahan, hiasan, dan sticker scrapbook nggak sedikit yang ingin membeli bahan dan scrapbooknya. Melihat bisnis scrapbook yang saat itu masih jarang menjadikan usaha ini satu-satunya yang ada di Kota Malang. Yang awalnya dari bahan kertas yang biasa saja kemudian Levia memperbarui bahan tersebut menjadi bahan yang awet dan tahan lama selama 5 tahun. Jadi, rajin-rajinlah melihat apa yang kurang dan dibutuhkan lingkunganmu saat ini, bisa jadi hal tersebut bisa menjadi ladang bisnismu!

Advertisement

3. Jadi beda itu perlu!

Sedikitnya pesaing di Kota Malang, membuat Levia selalu memberikan inovasi dalam usahanya. Mulai dari inovasi produk scrapbook menjadi hal yang wajib untuk menarik minat konsumen. Selain itu, sekarang Levia juga ikut aktif memberikan seminar bisnis sekaligus ajang promosi dalam usahanya. Melihat hal tersebut, tak sedikit saingan yang mencoba meniru usahanya, walaupun sempat down namun Levia tetap optimis dengan usaha yang dijalani. "Kalau kita selalu berpikir kreatif pastinya kita sudah terbiasa untuk berpikir kreatif tanpa harus meniru orang lain!"

4. Tantangan bukanlah penghalang untuk sukses, melainkan sebagai batu loncatan

Pastinya ada pasang surut selama menjalankan usaha bisnis ini, apalagi dulu Levia pernah tidak mendapat dukungan orangtua dan ejekan teman yang bilang bahwa scrapbook itu hanyalah sampah. Di samping itu, Levia juga sempat ditipu karyawan sendiri, dia mencuri bahan dan membuat usaha yang sama. Hal yang bisa didapat dari hal ini adalah "kalaupun ada bisnis tanpa rugi, rasanya bukan bisnis, kalau kita sudah punya mental pebisnis, kalau rugi ya bangkit lagi, evaluasi apa yang kurang setiap bulannya dan tentukan target setiap bulan."

5. Jangan pernah menyerah untuk mencoba lagi

Seorang pebisnis haruslah keras kepala. Keras kepala dalam artian adalah ngeyel terhadap impian dan tidak akan berhenti sebelum impian itu tercapai. Jika gagal, mulailah belajar dari kesalahan sebelumnya dan jadikan sebagai pedoman untuk berbuat lebih baik lagi. Tidak ada salahnya kamu mencoba belajar bisnis dari teman yang sudah memulai bisnis, ikut seminar, membaca buku bisnis, dan bergabung di komunitas. Ilmu itu bisa didapat dengan berbagai cara, maka dari itu mulailah kumpulkan pengalaman dari sekarang.

6. Just Do It!

Tidak ada orang sukses yang suka mengulur waktu, kalau kamu yakin kamu bisa ya lakukan! Jangan pedulikan apa kata orang selama yang kamu lakukan itu benar. Orang yang selalu menghinamu, mungkin saja belum memahami dan terbuka pola pikirnya akan bisnismu. Maka dari itu, tugasmu adalah mengedukasi mereka bahwa bisnis yang kamu jalankan adalah keyakinanmu untuk sukses!


Terakhir, yang harus kalian ingat adalah pebisnis harus mempunyai mental yang kuat.  "Orang kalau mau buka usaha yang penting mentalnya dulu, mental rugi, mental bangkrut, mental ditipu, mental mengalami banyak masalah. Pada dasarnya kalau kita pebis­nis, setiap hari pasti ada masalah, tinggal bagaimana kita mengha­dapinya. Kedua, fokus, karena memang passion saya di sini, saya lebih memilih fokus mengembangkan bisnis saya. Ketiga, impian yang besar, ini sangat penting, untuk apa saya berjuang, untuk siapa saya berjuang dan alasan saya berjuang," ujar Levia.