Isu panas yang merajalela dipenghujung tahun ini mungkin sudah tak asing lagi bagi kita semua, mulai dari perdebatan tentang ungkapan yang dilontarkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Hingga Ke demo bergilir yang jadi sorotan dan Bencana alam yang hanya bisa didoakan, sampai ke opini-opini yang belum jelas kebenarannya namun jadi tolak ukur bagi sebagian orang yang ingin terlihat pintar namun dengan pemahaman yang salah.
Memperbanyak postingan yang berisi caci maki hanya akan memperkeruh suasana,

"Kita diam bukan berarti tak berbuat apa-apa, Daripada memperbanyak postingan yang berisi hujatan dimana-mana lebih baik bagikan segala postingan baik dari ajaran yang kita terima"

Menebar kasih untuk semua sesama sekalipun sering dipandang sebelah mata karna tak menyuarakan hal yang sama dengan mereka.Sebagian dari kita mungkin ingin terlihat hebat dengan menebar segala opini yang menurut kita baik namun hanya ditelaah dari satu sudut pandang saja, kita lupa jika kita adalah INDONESIA yang penghuninya bukan kita saja, ada banyak agama,ras,budaya dan golongan yang berbeda. Opini yang kata kita benar belum tentu benar dimata teman kita untuk itu berhenti menebar segala sesuatu yang akan menimbulkan proganda yang akan menyudutkan satu golongan saja atau bahkan terlalu menganggap benar dia yang dengan sengaja mengarang segala opininya sedemikian Rupa?

Tidak usah sibuk minta pemerintah untuk mengusut ormas-ormas yang selalu meresahkan kita, apalagi meminta untuk agar memenjarakan mereka, karena itu hanya akan sia-sia.Tunjukkan kepada mereka bahwa kita adalah Masyarakat yang sudah Cukup faham apa arti dari keberagaman, apa arti dari kebersamaan dengan hidup berdampingan.
Dan yang paling penting Tunjukkan kepada semua orang bahkan kepada para Ulama dan petinggi Negeri jika kita adalah umat-umat yang Rindu akan kasih dan kebersamaan yang diajarkan oleh tiap TUHAN kita. Tidak perlu berteriak menyuarakan agamaku yang paling benar, atau menghujat orang lain karena tidak sama dengan kita.

"Aku tak pernah takut berteman dengan non-muslim, bahkan sering bertanya-tanya tentang bagaimana ia beribadah ? dan kenapa dia ke gereja hanya dihari minggu saja. Bukan bermaksud apa-apa aku hanya ingin lebih mengenal temanku dan agamanya saja. Masalah imanku ? Tidak usah kau tanya !

-Putri , 22 Thn Mahasiswi dan Muslimah yang taat

Advertisement

Bertebarannya isu berisi Sara dimana-mana sering kali berujung dengan perdebatan dengan orang yang tak sefaham dengan kita, jika sekiranya pendapat yang kita percaya berbeda dengannya hal lain yang selalu menjadi ujung adalah memutus silahturahmi dan hubungan pertemanan yang sudah terjalin hanya karena 1 share Opini yang kita sendiri belum tau pasti kebenarannya, Oh come on guys!!! saya percaya kita bukanlah Masyarat yang terlalu mudah untuk diombang ambing nalurinya.

90% dari teman yang saja miliki adalah Muslim, makan dan minum selalu bersama Saya berdoa melipat tangan mereka mengadahkan tangan. Hampir setiap minggu saya diingatkan untuk ke Gereja oleh mereka semua karena mereka tau saya malas beribadah he-he-he. Dan hampir setiap hari pula saya menemani mereka untuk shalat, duduk manis menunggui mereka diteras mushalla kampus yang lantainya memang Adem seperti kata orang-orang. Tapi Puji Tuhan sampai sekarang saya masih Percaya Yesus.

-Noy, Mahasiswa – 22 Thn dan Seorang Kristen

Sedari dulu kita sudah hidup dengan keberagaman, melaju dengan berdampingan akan kah kita harus terpecah hanya karena Perbedaaan ? Mari kita mulai tanya pada hati kita sendiri.

Mulailah #MemperbaikiDiri !