Setiap dari kita pasti memiliki kesalahan. Setiap dari kita pasti pernah berbuat hal yang tidak menyenangkan. Dan setiap dari kita pasti menginginkan perubahan.

Bergulirnya waktu telah meninggalkan jejak cerita di belakang sana. Kisah-kisah masa lalu yang penuh haru dan kesalahan bertumpuk menjadi satu. Tiada ubahnya seperti sampah yang tak lagi berharga. Karena sudah tak ada lagi minat untuk membacanya sebagai pelajaran di masa yang akan datang.

Kisah-kisah itu harusnya menjadi bahan pertimbangan. Menjadi cermin yang dapat merefleksikan segala tindakan di kemudian hari. Agar tak salah lagi saat melangkah. Agar tak kecewa hingga timbul penyesalan saat keliru mengambil keputusan.

Segala hal yang terdapat dalam tumpukan lembaran itu harusnya menjadikan kita menjadi orang yang lebih baik di kemudian hari. Belajar untuk tidak saling membenci. Belajar untuk saling mengasihi satu sama lain. Belajar untuk saling menghargai. Dan belajar untuk tidak saling menyalahkan. Dengan begitu maka pada masa-masa mendatang, atau tahun-tahun mendatang kita dapat menjadi orang yang lebih siap lagi disegala keadaan. Menjadi manusia yang lebih baik lagi dari hari ke hari tanpa harus menunggu nanti.

Memperbaiki diri sejatinya adalah melakukan perubahan pada diri sendiri. Bersikap keras pada diri sendiri. Memperbaiki diri harusnya tak perlu menunggu sampai tahun depan tiba lagi. Tak perlu menunggu nanti, esok hari, atau bahkan lusa. Namun sebaiknya dilakukan sekarang. Jangan ditunda-tunda.

Advertisement

Memperbaiki diri jangan hanya menjadi sebuah wacana dalam kehidupan. Tapi juga harus direalisasikan dalam bentuk perbuatan. Hingga nanti timbulah perubahan.

Berencana untuk memperbaiki diri itu mutlak harus ada. Rencana itu harus dimiliki setiap orang. Namun jangan sampai rencana itu hanyalah sekedar rencana jika tidak dilaksanakan dengan segera. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari hanya karena gagal dalam merealisasikan perbaikan diri.