Saat kehampaan hinggap dan singgah diperjalanan hidup kita, hampanya terasa sampai membuat diri kita merasa hina. Namun, yakinlah kelak kita akan disadarkan dan dibuat mengerti tentang alur cerita hidup kita. Kita akan memahami arti dari sebuah rasa kehilangan dan penggantinya. Kita akan memahami arti dari sebuah kebahagiaan dan penderitaan.

Mungkin, kesadaran dan pengertian itu datang bukan karena sebuah pepatah atau nasehat. Bukan sebuah hinaan atau teguran yang datang menerpa dan menghujat bagai kilat yang terus menerus berkelebat di telinga kita mencoba masuk dalam hati.

Mungkin rencana Allahlah yang membuat kita sadar dan mengerti alur cerita kehidupan ini. Mungkin waktulah yang diberikan Allah yang mampu berkata dan menunjukkan sebuah tabir kebenaran. Dan mungkin kesadaran itu datang di saat kesesatan itu sudah hinggap di diri kita.

Menyadari apa? Menyadari arti dari mengasihi, menyayangi, mencintai karena Allah dan menyadari dalamnya makna ikhlas dari sebuah cinta. Tak selamanya yang kita pikirkan indah abadi selamanya indah. Namun, tak semuanya pula kesesakan itu sesak yang abadi.

Adakalanya kita terlena akan sebuah kesenangan dan adakalanya kita sadar akan sebuah kesedihan. Dan mencari jalan menuju kebenaran.

Advertisement

Terlalu banyak fakta yang membuktikan bahwa cinta yang mungkin menyenangkan berujung pada kesengsaraan. Terlalu banyak fakta yang membuktikan bahwa kesabaran dalam penderitaan karena cinta berujung kebangkitan dan kejayaan.

Semoga alur cerita hidup kita bisa kita lewati dengan mudah, kebahagiaannya tidak membuat kita terlena, dan penderitaannya tidak membuat kita larut. Kesenangan kita syukuri dan penderitaan bisa kita sabari.

Percayalah Allah tidak menimpakan suatu musibah kecuali hambanya mampu mengatasinya dan Allah tidak akan mengubah suatupun dari seorang hamba kecuali dia memiliki keinginan untuk berubah.

Bergeraklah, bertebaranlah mencari rahmat dan hidayahnya. Semoga jalan hidup kita berada di atas ridonya.

Ngamprah, 23 agustus 2016

-CS.Maulana-