Belakangan banyak banget yang nanya, ngapain sekolah lagi Wi? Nanti mau kerja atau gimana? Jangan mikirin karier atau pendidikan terus, masih banyak yang harus dipikirin selain itu. Sampe… Hayo nanti cowok nggak ada yang mau deketin kalau sekolah terus. I just can't help to laugh! lol.

Katanya, segala sesuatu itu bergantung dari niat, kalau niatnya nggak bener udah pasti ujung-ujungnya juga kurang lebih ketebaklah yaaa. So, here’s my opinion about this kind of topic. Sama sekali nggak ada maksud menyudutkan siapapun dengan alasan apapun.

Here we go!

1. Perempuan punya hak yang sama untuk meraih cita-citanya

Ada yang cita-citanya pengen bisa cepet dapet kerja setelah lulus kuliah, ada yang pengen stabil dan mandiri secara finansial biar bisa bantu sesama, ada yang pengen semaksimal mungkin bahagiain orang tua, atau… ada juga yang punya cita-cita punya pacar kaya Lee Min Hoo, tapi kerjanya cuma nonton drama Korea doang (hello guys, si abang-abang ganteng itu nggak akan keluar dari layar juga ). Semua orang punya hak yang sama buat menggapai cita-citanya. Terlepas dia cewek ataupun cowok, terlepas akhirnya dia memutuskan untuk menyerah atau bertahan dan bangkit. No one can judge or stop her to pursuing their dream.

2. Kalau kamu punya motivasi dan alasan yang kuat, kenapa nggak

Heeey i need to blablablablablabla, yang kurang lebih bisa bikin sedih kalau berhenti ngelakuinnya, jauh lebih sedih dari diphp-in gebetan #eh haha.

Advertisement

Back to the topic!

Ada yang motivasinya

“Sebagai perempuan harus bagus kariernya supaya nanti bisa bantu pasangan secara finansial juga, sehingga meminimalisir salah satu penyebab adanya masalah dalam suatu hubungan yang berkomitmen tinggi kelak”

Well, it's a good motivation but… tetep mesti hati-hati, beberapa kasus menunjukkan kadang perempuan yang keasikan kariernya, lupa tanggung jawab dan tugas utamanya untuk mendidik, merawat, dan membesarkan anak penuh kasih sayang (you know perfectly, you can't buy happiness and love, nggak mau kan anak cucunya lebih sayang dan betah sama mba yang beres-beres di rumah? Haha oke, i'ts too much but really, this is what you need to keep in mind, you can't forget what's your identity, your responsibility, and yaay you can prove, then you can be fair to your dream and your “real” identity).

Masalah kedua yang lagi-lagi sering terjadi saat perempuan memutuskan untuk berkarir tinggi adalah merasa terlalu mandiri, sehingga kadang menyepelekan pasangan, yang berakhir dengan pertengkaran atau bahkan perpisahan. Wooops, wooops, this looks crazy but it's real! Beberapa perempuan yang memutuskan berkarier dan akhirnya punya karier yang cukup baik akhirnya seperti itu, kembali lagi kebahasan pertama, niat dan motivasi itu penting.

Kalau niatnya bantu pasangan, kenapa harus menyepelekan? Kalau niat awalnya bener, seharusnya stick to it and jangan “aneh-aneh” haha. Beda cerita kalau emang sejak awal niatnya udah salah, ampun yaaaa tahu sendirilah ya akhirnya gimana. Satu hal lagi yang paling penting adalah, jangan lupa kewajiban dan hak masing-masing. Sebagai perempuan, setinggi apapun karier, pendidikan, dan lain-lain, tetep mesti nurut sama pasangannya kelak.

Kalau nggak mau nurut, heeey kenapa dulu komit buat menjalin hidup bersama? Eaaaa haha ini nih, kenapa basic agama tuh penting banget, biar tahu batesan-batesan mana aja yang perlu diingat (aku juga manusia biasa yang masih jauh dari kesempurnaan hidup apalagi masalah agama hiks. But it's no a wrong thing to remind each other right? Mari saling mengingatkan hahaha).

As long as you have a good motivation and stick to it, you can do it! haha

3. Kalau berkarier atau meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, nanti laki-laki nggak mau deketin loh

This is the most funny things that i always hear from people. Would you mind to explain the logic of that sentence? Nggak ada hubungannya sama sekali! Haha. Hey guys, do you think someone approaching you just because your background, hold on… Masih inget sama janji-Nya yang memastikan bahwa:

– maut

– jodoh

– rezeki

sudah diatur sejak dahulu kala! (as a whole, i don't remember exactly what the sentence is but more or less it's stated like that haha). Mau sejauh apapun kita berlari, mau selambat apapun kita bertahan, tiga hal itu nggak akan bisa dihindari sama sekali. So, keep this in mind if someone stop looking at you just because your career or study background, don't be sad, they just not for you, you deserve someone better.

Why? Pertama, belum juga belum udah mundur, hey jangan-jangan selama ini ketulusannya hanya sebatas itu. Kalau dia menganggap kamu begitu, berarti kenapa nggak dipertahankan atau diperjuangkan? Kedua, just because you have good career or study background, it's not always mean that you are better than someone else. Kalau orang bisa mikir sejauh ini, pasti dia paham dan nggak akan kabur gitu aja. Ketiga, sebelum dia memutuskan untuk “nggak mau” deketin, apakah perempuan-perempuan ini pernah menstated kalau dia ingin laki-laki yang minimal selevel secara karier atau pendidikannya? Padahal nggak sedikit juga yang hanya menginginkan baik segi agamanya, tingkah lakunya, dan tutur katanya (sama sekali nggak neko-neko).

Hello, he’s just too pesimistic. How can someone so pesimistic, can make you be a better person, you just deserve someone better! So, in my opinion this stupid sentence just way tooo far from the main topic. Jadikan ini seleksi alam, bukan karena nggak sebanding levelnya, tapi karena mentalnya terlalu lemah #pffdtngomongapasih haha.

That's allHope you enjoy it, feel free to have different thoughts. All the opinion based on my observation to my family, friends, and internet! Lol.

Adalah hal yang wajar jika pada akhirnya menyimpulkan hasil yang berbeda, but I just wanna share what's on my mind setelah liat beberapa hal secara real.

Jadilah pribadi yang kuat dan tangguh, karena hidup tak hanya sekadar tentang hati dan materi. Lebih dari itu, makna hidup tak sesederhana itu.

So, berkarier dan berpendidikan setinggi yang kau inginkan. Selama masih di jalan yang benar, kenapa harus berhenti? Semua, sudah ada yang mengatur bukan?

Berhenti mendiskriminasi dirimu sendiri, karena kamu terlalu berharga untuk tidak bahagia.