"Jatuh cinta tidak pernah salah. Jika salah dan menyakitkan mungkin kamu jatuh cinta dengan orang yang salah. Cinta tidak buta, hanya terkadang yang sedang jatuh cinta lupa adanya logika"

Aku yakin kalian pasti pernah merasakan cinta ababil, masa unyu unyu, cinta monyet lah. Aku pun sama, cinta monyet yang tanpa beban cuma seru-seruan dan lucu-lucuan. Masa SMA kita mulai sedikit paham jatuh cinta sebenarnya seperti apa. Mulai merasa cinta yang menyakitkan. Bahkan terkadang hal menyakitkan itu susah untuk kita lupakan. Aku pernah merasa begitu yakin dan percaya kepada orang-orang terdekat. Pacar dan sahabat, tapi ternyata semua yang kulihat hanya semu. Orang-orang yang aku percaya berkhianat. Dan ternyata ini menjadi trauma yang sulit aku obati. Perlu waktu lama sampai aku benar-benar bisa berdamai dengan masa lalu.

" Berdamai dengan masa lalu bukan berarti melupakan. Kita tidak akan pernah bisa melupakan masa lalu sekalipun itu menyakitkan. Berdamai berarti mengikhlaskan. Sehingga saat kita mengingatnya, kita dapat mengingat bahkan menceritakan tanpa rasa benci. Maka hati mu akan damai ".

Sampai akhirnya aku bertemu dengan seseorang. Terkadang aku tak habis pikir, takdir selalu menemukan garis untuk bertemu. Tuhan menulis skenario seindah dan selucu yang tak pernah terpikirkan. Aku bertemu dengan dia yang sekarang mampu mengobati luka lewat sebuah sosmed. Mengenalnya dalam hitungan hari, kemudian merasa nyaman, dan akhirnya membuat komitmen. Tidak ada yang salah dengan masa lalu menyakitkan. Tanpa ada masa lalu, kita tidak akan jadi seperti sekarang. Karena dia yang telah menyakiti, kita akan belajar bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik. Karena untuk bertemu yang terbaik, kita harus bertemu yang tidak baik dulu, kan? Jangan pernah membeci masa lalu. Berubah lah menjadi pribadi yang lebih baik, agar dia yang menyakiti mu akan merasa bersalah karena menyia nyiakan mu. Percaya lah, Tuhan memiliki skenario yang bahkan tak pernah terpikirkan oleh kita. Untuk kamu yang sedang berjuang berdamai dengan masa lalu, atau baru saja merasakan jatuh cinta yang salah. Jika menangis bisa membuat mu lega, maka menangis lah. Menangis bukan berarti lemah. Menangis adalah ungkapan keperihan yang tidak mampu kamu utarakan. Bangkitlah, di depan sana ada "dia" yang menunggu 🙂